Air Bersih untuk Rohingnya

Humanity First Indonesia (HFIdn) kembali menerjunkan relawannya di tempat pengungsian. Kali ini HFIdn mengirimkan bantuan air bersih kepada pengungsi Rohingnya, yang terkatung-katung nasibnya di laut selama berhari-hari, kini berada di tiga tempat di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Salah satunya di Kuala Langsa.

Air Bersih untuk Rohingya

Oleh : Husna Farah

Editor: Fatimah Zahrah

Humanity First Indonesia (HFIdn) kembali menerjunkan relawannya di tempat pengungsian. Kali ini HFIdn mengirimkan bantuan air bersih kepada pengungsi Rohingya, yang terkatung-katung nasibnya di laut selama berhari-hari, kini berada di tiga tempat di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Salah satunya di Kuala Langsa.

Sejak 24 Juni lalu, setiap harinya HFIdn mengirimkan satu tangki truk berisi 5000 liter air bersih. Jadwal pengiriman air dilakukan setiap sore. Untuk menjangkau daerah pengungsian, tangki air kiriman air bersih ini didapat dari PDAM Kuala Langsa yang jaraknya 40 km dari lokasi pengungsi. Air bersih sangat dibutuhkan tentunya karena air merupakan kebutuhan vital kehidupan. Selain itu, melihat kondisi di lokasi pengungsian yang memprihatinkan, pemenuhan kebutuhan air menjadi amat mendesak.

Air Bersih Untuk Rohingnya foto03

“Selama kami di sana (lokasi pengungsian) dari jam 13.30 – 18.30, kami tidak melihat sama sekali truk tangki air yang datang dan ketika dicek ternyata air pada habis terutama di WC/ kamar mandi”, jelas Hafiz selaku koordinator dari HFIdn untuk penyaluran air untuk Rohingnya.

Dari HFIdn ada dua orang relawan khusus yang memonitor suplai air bersih setiap harinya. Mereka ditempatkan di dua lokasi, yaitu Aceh Tamiang dan Kuala Langsa. Saat ditanya rentang waktu pengiriman, Hafiz mengatakan bahwa air bersih sementara ini untuk satu bulan saja sambil menunggu tinjauan jangka panjangnya. Hal senada juga diungkapkan Dadan, relawan HFIdn di Kuala Langsa, yang mengungkapkan tentang tanggapan pengungsi dan harapan dinas sosial. “Pengungsi kelihatannya senang sekali, namun (tanggapan mereka) terbatas masalah komunikasi atau bahasa. Dinas sosial mengharapkan bantuan jangka panjang untuk masalah (penyaluran) air ini.”

Dana yang terbatas merupakan salah satu kesulitan dalam penanganan bantuan kali ini. Ada harapan, agar efisien, bantuan air bersih bisa didapat dengan membuat sumur bor atau water treatment. Diharapkan pula adanya fasilitas MCK yang lebih memadai melihat kondisi dari MCK di sekitar pengungsian yang sangat memprihatinkan. Hal ini dapat menjadi rencana HFIdn yang mungkin dapat bekerja sama dengan pemerintah atau dinas sosial setempat yang juga dapat memberikan edukasi tentang sanitasi kepada para pengungsi Rohingnya ini.

2 Responses

  1. Pingback : Humanity First Indonesia » Satu Bulan Air Rohingnya

Leave a Reply