Feature

Orphan Care

Berbagi di Panti #orphancare

Anak-anak memperhatikan pesulap berambut merah yang tengah unjuk aksi di depan. Pesulap itu, bernama Marchel Radival, menunjukkan kebolehannya untuk menghibur anak-anak berusia sekolah dasar hingga remaja. Mereka adalah anak-anak Panti Asuhan Nurul Ikhwan dan anak-anak dari lingkungan sekitar panti. Marchel meminta pisau, untuk membuka botol Coca-Colla yang terlihat masih bersegel. Dari dalamnya keluar air jeruk dan buah jeruk di dasar botol, cocok seperti gambar yang diambil secara acak oleh seorang anak. Mereka bertepuk tangan.

Ini adalah acara bakti sosial bertemakan “Have Fun Learning with Panti Nurul Ikhwan”. Diadakan oleh Radio Dakwah Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta bekerja sama dengan program Anak Yatim Humanity First Indonesia (HFIdn). Hiburan lain yang diadakan adalah menonton film dan permainan.

Lutfhi Julian Putra, relawan Humanity First, memberikan motivasi pada anak-anak sembari mendiskusikan film yang tadi ditonton, Melukis Mimpi. Ada sekira 40 anak hadir, 26 di antaranya adalah penghuni panti. HFIdn juga memberikan santunan kepada anak asuh panti. Rangkaian acara bakti sosial yang digelar pada hari Sabtu (07/02) lainnya adalah marawis, pembacaan Al-Qur’an, cermah dari pengurus panti dan santunan.

Ayu, ketua panitia kegiatan, mengatakan acara bakti sosial ini diadakan oleh mahasiswa-mahasiswa yang akan dilantik jadi anggota Radio Dakwah Komunikasi, dikenal dengan Rdk.fm. Salah satu anggotnya, Bella adalah relawan HFIdn.

Ke depannya, Humanity First Indonesia dan Rdk.fm akan menjalin kerja sama – kerja sama lain di bidang kemanusiaan.

Panti Nurul Ikhwan

Panti ini sudah berdiri selama 26 tahun. Didirikan oleh pasangan suami istri, Munadi dan Khadijah. Anak-anak memanggilanya Abi dan Umi. Mulanya belum berbentuk panti, Munadi memulainya dengan majelis taklim. Mengajari anak-anak sekitar tetangga mengaji. Beberapa anak tak mampu sekolah, Munadi dan Khadijah membantu menyekolahkannya dari hasil mereka bertani. Sejak tahun 2000, majelis taklim tersebut dikembangkan ke dalam bentuk panti, saat ini menampung sekitar 26 anak. Paling kecil berusia 3 tahun, paling besar sudah bangku kuliah, 18 tahun.

Panti berjalan dengan bantuan beberapa donatur. Prinsip Munadi dalam menjalankan panti adalah “Prihatin dan ikhlas”. Ia selalu mengatakan pada anak-anaknya yang sudah hendak mentas dari panti dan mencari penghidupan sendiri di luar, “Tidak usah terbebani untuk datang ke sini lagi, tidak usah terbebani untuk balik memberi.”

Bagi Munadi dan pengurus panti yang terletak di kawasan Cirendeu, Tangerang Selatan in, tugas mereka adalah

Merawat dan mengantarkan.

Leave a Reply