Edukata untuk Keta

"Humanity First Indonesia merancang permainan Edukata sebagai salah satu misi khusus dalam menggalakan Maluku Membaca. Edukata merupakan permainan yang diciptakan untuk merangsang kecerdasan dan daya pikir anak. Cara memainkan permainan ini sangatlah sederhana, namun dapat secara signifikan memicu anak-anak untuk berpikir kreatif dan cekatan"

Edukata untuk Keta

MVI_7080.MOV_snapshot_00.11_[2016.05.24_21.08.26]

Minggu (22/5) anak-anak desa Keta berkumpul pukul 08.00 waktu setempat. Pagi itu mereka akan bermain sambil belejar bersama para relawan Humanity First Indonesia. Sebanyak tiga puluh delapan anak sudah siap menunggu kakak-kakak dari Humanity First Indonesia di Taman Baca Keta.

 

Tawa Lepas di Pagi Ceria

Kehadiran kakak-kakak dari Humanity First Indonesia pagi itu adalah untuk mengenalkan permainan Edukata. Sebelum mereka bermain edukata, relawan memberikan ice breaking untuk mengawali kegiatan pagi itu. Salah seorang relawan memandu ice breaking tersebut dengan bantuan lagu-lagu daerah Maluku yang dinyanyikan oleh anak-anak sebagai pengiring sekaligus menambah energi keceriaan.

MVI_6996.MOV_snapshot_00.45_[2016.05.24_20.58.56]

 

Bermain Edukata

DCIM101GOPROG0063758.

Humanity First Indonesia merancang permainan Edukata sebagai salah satu misi khusus dalam menggalakan Maluku Membaca. Edukata merupakan permainan yang diciptakan untuk merangsang kecerdasan dan daya pikir anak. Cara memainkan permainan ini sangatlah sederhana, namun dapat secara signifikan memicu anak-anak untuk berpikir kreatif dan cekatan.

Sehari sebelumnya, relawan Humanity First membentuk sistem mentor yang terdiri dari anak-anak remaja Desa Keta. Enam orang yang telah disepakati menjadi mentor tersebut kemudian menjadi pengawas bagi adik-adik memainkan permainan Edukata. Bukan hanya anak-anak, bahkan orang dewasa dan para orangtua pun turut antusias dan berpartisipasi dalam permainan edukata. Kegiatan yang dilaksanakan sejak pukul 08.00 hingga pukul 12.00 waktu setempat itu berlangsung meriah dan mengundang antusias warga desa Keta. (FR)

Leave a Reply