Korban Gempa Susulan 5,2 Magnitudo Datangi Posko Humanity First Indonesia Di Sigi

#PeduliGempaPaluDonggala

Korban Gempa Susulan 5,2 Magnitudo Datangi Posko Humanity First Indonesia Di Sigi

Selasa, (09/10) sorotan sinar mentari mulai berganti senja. Sinar tersebut meninggalkan kami, yang mulai hari ini akan menetap di tenda Posko Humanity First, berlokasi di Desa Pombewe, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Nantinya, posko Humanity First akan memberikan beberapa pelayanan, seperti layanan kesehatan.

Tim Medis yang terdiri atas dua dokter dan satu perawat baru saja tiba di posko Humanity First, setelah melakukan pelayanan medis secara mobile, ke sejumlah titik lokasi pengungsian di Kabupaten Sigi. Merebahkan kaki, mungkin istirahat paling nikmat ketika berada di posko milik sendiri. Belum sempat melakukan hal tersebut, kendaraan roda dua menghampiri posko kami. Beberapa pemuda tersebut, salah satu di antaranya berjalan terpincang-pincang menghampiri dr. Hari, salah satu dokter Humanity First yang sedang berjaga.

Bayu (21) mengeluhkan luka robek di kaki kanannya. Sambil menahan rasa sakit, ia menceritakan bahwa luka tersebut akibat gempa bumi susulan yang terjadi hari Selasa (9/10) sekitar pukul 05.00 WITA. Belum hilang trauma akibat gempa dan tsunami 7.4 SR mengguncang Sigi, ia masih harus merasakan gempa susulan Selasa kemarin. Spontan, ia berlari sekencang mungkin, membentur kursi dan luka terbuka menjadi saksi.
Segera, dr.Hari melakukan observasi, kemudian meminta kesediaan Bayu untuk dijahit. Luka robek yang cukup parah dan darah terus mengalir, akan membahayakan bagi pasien. Setelah menerima kesediaan dari Bayu, tim medis Humanity First melakukan persiapan.

Tindakan menjahit luka dilakukan oleh dr. Hari dengan keterbatasan cahaya. Dr.Hari hanya mengandalkan sumber listrik panel surya dan lampu senter di kepalanya. Ia melakukan suntik bius untuk mematikan rasa di sekitar luka pasien, dilanjutkan dengan menjahit luka didampingi seorang asisten. Setelah berlangsung 30 menit, proses menjahit luka pasien selesai, selanjutnya pemberian obat-obatan, juga perawatan luka pasien saat kembali ke tenda pengungsian. (red.)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.