Love for All Hatred for None Bukan Sekedar Motto

#PeduliGempaLombok

Love for All Hatred for None Bukan Sekedar Motto

Desa Jeringo menyimpan sebuah kisah yang tak mungkin dilupakan oleh warga Ahmadiyah. Desa ini terletak tak jauh dari Kota Mataram. Desa ini juga hanya berjarak 2-3 kilometer dari sebuah perkampungan warga Ahmadiyah di Ketapang, yang pada 2006 silam dihancurkan dan seluruh penghuninya diusir. Saat peristiwa itu terjadi, banyak juga warga dari Desa Jeringo yang turut andil dalam pengrusakan dan pengusiran warga Ahmadiyah disana.

Kini, desa tersebut terkena juga dampak gempa yang amat dahsyat. Dan warga Ahmadiyah yang bernaung dalam payung HF Indonesia, harus memberikan prioritas utama untuk Desa Jeringo karena lokasi tersebut banyak memakan korban.

Tidak terlintas dalam pikiran para relawan HF Indonesia mengenai ingatan kelam 2006 silam. Biarlah itu menjadi urusan warga desa dengan Tuhan, pikir mereka. Kejadian Lombok, membuat mereka membutuhkan uluran tangan orang lain. Warga Ahmadiyah menyambutnya, semata-mata kecintaan mereka kepada sesama, juga pemenuhan atas spirit kemanusian mereka, yakni “Love for all, Hatred for none”.

Sejak 2001, saat seorang warga Ahmadiyah dibunuh secara sadis, pada tahun-tahun selanjutnya silih berganti penyerangan dan pengusiran terhadap mereka. Sudah 17 tahun berlalu, ratusan warga Ahmadiyah masih banyak yang tinggal di pengungsian. Mereka tak pernah tahu kapan  kembali ke tempat tinggalnya. Mereka juga tak pernah tahu kapan penyerangan dan pengusiran akan benar-benar berakhir.

Di balik semua penderitaan itu, warga Ahmadiyah tak mampu menyimpan dendam mereka. Kecintaan mereka terhadap Lombok, kampung halamannya, tanah kelahirannya, sebuah alasan yang membuat mereka bertahan. Tak hanya bertahan, mereka kini berjuang membantu orang-orang yang sekarang menjadi pengungsi.

Tak mudah bertahan melewati belasan tahun sebagai pengungsi di tanah kelahirannya sendiri. Tapi, merupakan hal yang amat sulit untuk berbelas kasih dan memaafkan terhadap mereka yang memusuhi, dan warga Ahmadiyah Lombok berhasil mengamalkannya sekaligus.


Muhammad Nurdin

Mubaligh Ahmadiyah keturunan Lombok

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.