Malam Apresiasi Project O: Humanity First Indonesia Menginspirasi Mahasiswa RMIT

Pada kesempatan ini HFIdn mengajak anak muda yang hadir malam itu untuk peduli dan mau berkontribusi dalam Program Kakak Asuh. Caranya dengan meluangkan waktu untuk datang ke panti asuhan dalam rangka memberi perhatian dan memenuhi kebutuhan rasa kasih sayang adik-adik di panti, sekaligus membagi pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal masa depan mereka.

Malam Apresiasi Project O: Humanity First Indonesia Menginspirasi Mahasiswa RMIT

 whatsapp-image-2016-10-04-at-10-04-03-am

Dinginnya udara dan terpaan kencang angin Melbourne, Australia, tak membuat para penonton Malam Apresiasi Project O menyerah dan pulang. “Sebelum jam lima sore mereka mengantri di depan pintu masuk RMIT University Storey Hall, dan sekarang 500 tiket sudah habis terjual”, ujar Tabita, Ketua Panitia Malam Apresiasi Project O tahun ini.

Malam Apresiasi Project O 2016 yang berlangsung pada Sabtu, 8 Oktober 2016, memang membludak. Setidaknya 500 orang memadati ruang aula yang menjadi venue utama acara ini. Dengan tema “Wake Up Your Senses”, tim Project O ingin mengajak anak-anak muda untuk peduli dan melakukan sesuatu yang positif bagi situasi pendidikan di Indonesia.

whatsapp-image-2016-10-09-at-12-03-45-pm

Acara yang dimulai pukul lima sore ini mengundang beberapa tamu dari Indonesia. Dengan konsep talk show, tamu undangan diminta untuk berbagi pengalamannya dalam aksi kemanusiaan. Salah satunya adalah Andien Aisyah, penyanyi dengan suara merdu yang berbagi cerita tentang kepeduliannya terhadap anak-anak penderita kanker. Ia juga menyampaikan betapa pentingnya berbagi, peduli, dan setidaknya mulai melakukan sesuatu yang positif. “Di setiap aksi kepedulian, kita akan mendapat kepuasan hati, sehingga kita ingin melakukannya berkali-kali”, pungkasnya.

Selain Andien, acara ini juga mengundang anak-anak muda kreatif yang terhimpun dalam komunitas Indovidgram, yang pada kesempatan ini menampilkan video yang mereka buat khusus untuk Malam Apresiasi Project O. Video berisi panggilan dan ajakan bagi anak muda kreatif untuk berkarya dan melakukan sesuatu yang positif, yang bisa dimulai dengan mengupload hal kreatif yang positif dan bermanfaat di media sosial seperti Instagram.
unnamedHumanity First Indonesia di Malam Apresiasi

Malam Apresiasi Project O tahun ini juga mengundang Humanity First Indonesia (HFIdn) sebagai patner kerjasama yang mengusung Program Kakak Asuh dan Maluku Membaca. Diwakili Ahmad masihuddin (Vice Chairman HFIdn) dan Farida Nargas (Program Manager Kakak Asuh), Humanity First Indonesia berbagi cerita tentang dua program yang sedang berjalan tersebut. “Peduli dengan adik-adik di panti tak semata-mata harus dengan materi (uang), namun bisa juga dengan memberikan ilmu yang kita punya dan berbagi waktu dengan mereka”, ujar Farida Nargas.

unnamed-crop
Pada kesempatan ini HFIdn mengajak anak muda yang hadir malam itu untuk peduli dan mau berkontribusi dalam Program Kakak Asuh. Caranya dengan meluangkan waktu untuk datang ke panti asuhan dalam rangka memberi perhatian dan memenuhi kebutuhan rasa kasih sayang adik-adik di panti, sekaligus membagi pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal masa depan mereka.Selain Program Kakak Asuh, Humanity First Indonesia juga bercerita tentang masalah-masalah sosial (khususnya masalah pendidikan) yang terjadi di desa-desa sisi timur Maluku. “Akses pendidikan ada, tapi sangat sulit untuk dijangkau, sehingga membutuhkan waktu 30 menit hingga satu jam dengan jalan kaki melewati berbagai rintangan untuk sampai ke sekolah. Belum lagi banyaknya siswa yang belum bisa baca, padahal masa ujian sudah mau tiba”, ujar Ahmad Masihuddin.

HFIdn juga bercerita bahwa melalui Program Maluku Membaca, mereka datang ke Desa Keta di ujung timur Pulau Seram untuk membantu Ali Akbar, sang pemuda desa, mendirikan taman baca yang bernama Taman Baca Keta. HFIdn juga menfasilitasi warga Keta serta memberikan bantuan berupa buku-buku untuk anak-anak Maluku.

Ahmad Masihuddin juga mengajak anak muda Indonesia di Melbourne untuk melakukan sesuatu demi membantu Ali mewujudkan mimpinya. “Saya berharap kita bisa bersama-sama berkontribusi membangun Taman Baca Keta secara fisik, sebagai tempat belajar anak-anak Keta”, tutup Ahmad.

Malam Apresiasi Project O 2016 ditutup oleh penampilan memukau dari Andien yang mengajak penonton untuk bernyanyi bersama dan merayakan aksi kemanusiaan.

Leave a Reply