Maluku Membaca di Negri Lima

“Sudah banyak bagian tenda yang bocor, Pak. Kalau panas anak-anak belajar di bawah pohon, kalau hujan anak-anak diliburkan karna banjir dan bocor” cerita seorang guru kepada saya.

Maluku Membaca di Negri Lima

maluku membaca-01

Oleh    : Ridwan Ibnu Luqman

Editor : Fatimah Zahrah

SENIN31 Agustus, delapan orang relawan Humanity First Indonesia di Maluku memulai program Maluku Membaca di Negri Lima. Di Negri Lima, sekira enam ratus anak belajar di tenda-tenda. Mereka adalah murid dari tiga sekolah dasar – SDN 1 Negri Lima, SDN 2 Negri Lima, dan SD INPRES Negri Lima.

Desa Negri Lima terletak di kecamatan Leihitu, kabupaten Mauluku Tengah, Maluku. Dua tahun lalu banjir bandang melanda desa ini. Sejak itu, enam ratus anak sekolah dasar belajar di tenda. Ada lebih kurang dua belas tenda yang berdiri. Satu tenda dibagi menjadi dua kelas, dipisah dengan kain tirai.

“Sudah banyak bagian tenda yang bocor, Pak. Kalau panas anak-anak belajar di bawah pohon, kalau hujan anak-anak diliburkan karna banjir dan bocor” cerita seorang guru kepada saya.

( Baca juga: Menyalakan Maluku Membaca)

“Sudah banyak bagian tenda yang bocor, Pak. Kalau panas anak-anak belajar di bawah pohon, kalau hujan anak-anak diliburkan karna banjir dan bocor” cerita seorang guru kepada saya.

Tempat belajar ini terletak lima hingga tujuh kilometer dari tempat tinggal anak-anak. Para murid biasa berjalan dua jam lamanya untuk menuju sekolahnya. Maluku Membaca, program berbagi ilmu dan buku dengan anak-anak usia sekolah, memulai program pertamanya di Negri Lima.

MALUKU Membaca berbagi dengan para pelajar melalui perpustakaan keliling, mengingat akses dan fasilitas membaca di wilayah Maluku masih sulit. Anak-anak sekolah di Negri Lima meminjam buku dari perpustakaan keliling ini. Selama tiga bulan, anak-anak Negri Lima akan membaca buku yang dipinjamkan, bertukar bacaan dengan sesama teman. Tiga bulan kemudian, koleksi perpustakaan akan diganti dengan yang baru. Sementara, buku-buku yang sudah dibaca selama tiga bulan tersebut akan dipinjamkan ke kampung lain, yang jga membutuhkan fasilitas bacaan.

IMG_20150831_122026

Sebelum program dimulai, koordinator Maluku Membaca menjelaskan program ini kepada guru dan orang tua. Guru dan orang tua murid diajak bekerja sama untuk meningkatkan minat baca anak. Juga agar mengingatkan anaknya untuk menjaga buku dengan baik, supaya buku-buku tersebut bisa dinikmati anak-anak di kampung lainnya.

Relawan Maluku Membaca masuk ke kelas-kelas untuk mempresentasikan perpustakaan keliling ini kepada siswa. Anak-anak diajak bermain-main, kemudian buku dibagikan. Anak-anak tampak antusias. Seorang guru menuturkan, kadang ia mengumpulkan koran bekas untuk menunjang bahan bacaan bagi anak didiknya.

IMG_20150831_130750

Untuk Maluku Membaca tahap satu, Humanity First membagikan satu buku kepada setiap anak, total buku yang diberikan sekitar 560 buku. Selain peminjaman buku, para relawan akan datang tiap dua minggu sekali untuk mendengarkan anak-anak berbagi bacaannya.