News

Pengobatan Gratis

Mengabdi di Pakenjeng

Oleh: Fatimah Zahrah

Pemandangan kanan-kiri adalah hutan. Agung bersama empat belas rekan lainnya menuju Pakenjeng, sebuah kecamatan di Garut Selatan. Bulan lalu, Pakenjeng terkena longsor. “Daerah ini memang rawan longsor. Tahun lalu juga kena longsor,” ujar Agung melalui telepon.

Ia bersama rekan-rekannya melakukan perjalanan ke Pakenjeng untuk mengadakan pengobatan gratis. Tim dibagi dalam tiga mobil, sepuluh laki-laki, lima perempuan. Empat orang dari Bandung, termasuk Agung bergabung dengan tim dari Garut berjumlah sebelas orang, dikoordinir oleh teman Agung, Kurnia Wardi.

Bulan Desember lalu, saat terjadi longsor, mereka membagikan makanan kepada korban longsor. Membaca Tribun Jabar, terjadi longsor di Garut Selatan, Ukun Maskawan menghubungi Agung. Ukun adalah putra dari keluarga dr. Haji Maskawan. Di Garut, nama Maskawan cukup terpandang sebagai seorang dokter yang banyak melakukan pengabdian pada masyarakat. Ukun dan keluarga memberikan donasi kepada Humanity First untuk disalurkan kepada korban longsor.

Hari masih pukul 16.30, tapi kabut tebal sudah menyelimuti jalan. Cuaca sedang mendung, dan ini adalah dataran tinggi, perkebunan teh Cikajang, setengah perjalanan dari Garut kota ke lokasi. Dibutuhkan waktu tiga-empat jam dari Garut kota ke Pakenjeng, dengan jarak tempuh sekira 80 km. Saat Magrib akhirnya mereka tiba di desa Panyindangan, kecamatan Pakenjeng.

Dua rumah warga sudah disiapkan untuk tempat menginap relawan kesehatan, satu untuk perempuan satu untuk laki-laki. Warga dan aparat desa menyambut baik. Kegiatan pengobatan gratis ini juga berdasar permintaan kepala desa, Aas Setiawan, saat bulan lalu tim Humanity First membantu korban longsor. Posko pengobatan gratis akan dibuka besok, hari Minggu, 11 Januari 2015.

Obat yang digunakan oleh tim Humanity First adalah homeopathy, sistem pengobatan alternatif yang dikembangkan oleh Samuel Hahnemann pada akhir abad 18 di Jerman. Pengobatan Homeopathy ini yang biasanya dipakai oleh tim kesehatan Humanity First saat mengadakan posko pengobatan gratis.

Kali ini kegiatan terlaksana tanpa donasi, tenaga medis berjumlah 11 orang semuanya adalah relawan. Satu orang dokter, dokter Aca begitu ia kerap disapa. Lima orang tenaga homeopath – sebutan bagi ahli homeopathy – yakni: Agung, Adhiat, Oman Rahman, Deden Nurjaman dan Ajat. Dan lima orang tenaga peracik. Transportasi dan lain-lain menggunakan sistem saweran para relawan.

Posko kesehatan dibuka pukul tujuh pagi. Warga sudah berkumpul di gedung olahraga desa, tempat posko didirikan. Tampak kepala desa dan beberapa aparat desa lain hadir. Kegiatan dibuka dengan doa, dipimpin oleh tokoh masyarakat yang juga menjabat sebagai ketua Majelis Ulama Indonesia.

Warga yang berobat variatif, dari anak-anak hingga lansia berumur 90 tahun. Keluhan yang masuk darah tinggi, gatal-gatal , maagh, pegal-pegal kaki tangan, penglihatan buram. Animo masyarakat tinggi, sayang tim kesehatan harus menutup posko pukul 16.30 sebab mereka harus bersiap untuk pulang ke Bandung dan Garut. Sampai pukul setengah lima sore jumlah pasien yang berobat ada 630 orang.

Tim Homeopathy Humanity First Bandung sudah sering mengadakan posko pengobatan gratis. Terhitung sejak 2013-2014, ada 3000-an pasien yang tercatat. Humanity First Bandung rutin mengadakan pengobatan gratis ke daerah kurang mampu atau terisolir di wilayah perkotaan Bandung, satu atau dua kali adalam sebulan. Ini adalah bagian dari kegiatan Humanity First dalam melayani masyarakat, seperti prinsip lembaga ini: serving mankind.

Leave a Reply