Parenting, Ibu Muda Perlu Tahu!

“Bagaimana cara menghilangkan kebiasaan anak yang suka memaksa ketika meminta uang jajan?” tanya seorang ibu penuh pengharapan. “Siapa yang membiasakan memberikan uang jajan? Apa fungsi uang jajan?”pembicara balik bertanya. Pernahkah Anda berpikir yang sama? Bagaimanakah pola asuh Anda sebagai orang tua?

Parenting, Ibu Muda Perlu Tahu!

“Bagaimana cara menghilangkan kebiasaan anak yang suka memaksa ketika meminta uang jajan?” tanya seorang ibu penuh pengharapan.

“Siapa yang membiasakan memberikan uang jajan? Apa fungsi uang jajan?”pembicara balik bertanya.

Pernahkah Anda berpikir yang sama? Bagaimanakah pola asuh Anda sebagai orang tua?

Parenting sebagai Pola Asuh

Pernikahan dini di Desa Ngloro yang berada di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, bukanlah hal yang aneh. Anak perempuan yang sudah lulus sekolah menengah atas seringkali tak punya banyak pilihan dalam hidupnya. Jika tak bisa bekerja, menikah adalah pilihan berikutnya.

Menikah pada usia dini ternyata sangat berpengaruh pada pola pengasuhan anak. Dokter Gianne yang sudah setahun melayani desa ini dapat melihat dari tingkah laku anak saat berkunjung ke Klinik Asih Sasama. Berkunjung ke dokter bagi anak-anak di sana merupakan hal yang menyeramkan. Tak jarang, orang tua menggunakan kalimat ancaman kepada anak, seperti “Kalau nakal, nanti disuntik dokter” untuk membuat sang anak menurut. Akhirnya, anak yang sakit tidak bisa kooperatif saat akan diperiksa dokter.

Dalam rangka memperbaiki pola pikir dan kepribadian anak di Desa Ngloro, Humanity First Indonesia bekerja sama dengan Kelurahan Desa Ngloro membuat kegiatan penyuluhan parenting /pola asuh anak. Parenting merupakan suatu dasar pola asuh bagi orang tua yang dibuat sedemikian rupa dalam upaya pembentukan karakter anak yang memiliki kepribadian yang baik secara fisik dan mental.

Penyuluhan parenting dengan tema “Pola Asuh dalam Membangun Mental Anak Bangsa” telah terlaksana pada Sabtu (26/4) dengan pembicara Icke Hamzah. Ada 34 peserta yang hadir pada pertemuan pertama tersebut.Peserta merupakan para ibu yang juga kader KB (Keluarga Berencana) di desa ini. Salah seorang peserta, Parni, mengaku bahwa acara penyuluhan sering di lakukan di dusun-dusun di Desa Ngloro ini yang terdiri dari enam dusun. Namun, penyuluhan tentang parenting seperti ini merupakan hal yang baru.

Pukul 10 pagi kegiatan penyuluhan parenting dimulai. Acara diawali dengan perkenalan antarpeserta dengan pembicara. Perkenalan yang cukup unik dapat terlihat dari cara pembicara yang menggunakan balon sebagai media pengenalan dan pembagian diskusi kelompok. Peserta diajak untuk berani bicara dan mengemukakan pendapat atau pengalamannya.

unnamed

Orang Tua Muda dan Pola Asuh

Salah satu hal yang diangkat pada penyuluhan kali ini adalah kondisi orang tua muda saat ini. Ada kecenderungan pendapat bahwa orang tua muda saat ini terlihat kurang kuat mentalnya. Banyak anak yang berperilaku buruk merupakan hasil dari pola asuh orang tua yang salah. Pola asuh orang tua muda yang salah bisa jadi karena kurangnya informasi yang ia terima dari yang berpengalaman atau memang pendidikan dari orang tuanya saat mereka masih anak-anak yang juga salah.Oleh karena itu, ilmu parenting digunakan untuk meninggalkan pola pengasuhan konvensional khususnya kepada para ibu muda.

Pola pengasuhan konvensional yang masih sering diterapkan para orang tua muda, seperti otoriter, memanjakan anak, dan membolehkan kekerasan harus segera ditinggalkan. Orang tua harus mencoba meredam amarahnya dan membiasakan bersikap lembut pada anak. Walaupun lembut, anak juga harus diajarkan tanggung jawab. Membiasakan meminta maaf sebagai konsekuensi suatu kesalahan merupakan hal yang dianjurkan. Selain itu, dalam membuat aturan atau batasan haruslah jelas, adil, dan beralasan. Hal tersebut dapat mendidik anak untuk belajar disiplin dan berpikir logis. Langkah pola asuh tersebut harus dilakukan berkesinambungan dan konsisten. Peserta diharapkan dapat merefleksikan pengetahuan baru mereka tersebut dengan pola asuh mereka saat ini.

Diakhir acara, peserta diberikan waktu untuk bertanya dan berdiskusi. Beberapa peserta bertanya mengenai berbagai hal yang mereka lakukan dalam mengasuh anak. Seorang peserta bertanya, “Bagaimana cara menghilangkan kebiasaan anak yang suka memaksa ketika meminta uang jajan?”

“Siapa yang mengenalkan adanya uang jajan? Apa fungsi dari uang jajan?” Icke menanggapi.

Penanya terlihat tersenyum mendengar tanggapan pembicara. Anak tidak akan meminta uang jajan jika ia tidak mengenal yang namanya jajan. Biasakan untuk mencukupkan makanan anak dengan di rumah. Jika bersekolah, anak bisa dibawakan bekal dari rumah yang lebih sehat serta ekonomis.

Pandangan dan Harapan

Setelah kurang lebih dua jam mendengarkan materi dan berdiskusi, acara penyuluhan pun ditutup. Peserta diingatkan untuk kembali hadir pada penyuluhan berikutnya. Acara penyuluhan ini rencananya akan dilakukan sebanyak empat puluh jam pertemuan dengan satu kali pertemuan setiap bulannya.

Beberapa peserta acara mengungkapkan tanggapannya tentang penyuluhan parenting perdana kali ini. Salah satunya adalah Junaidah yang merupakan istri lurah dan moderator acara ini.

“Sangat bermanfaat. Saya punya dua orang anak yang masih kecil dan saya rasa perlu menerapkan hal ini pada anak-anak saya,” katanya.

Hal senada diungkapkan pula oleh Maisaroh, seorang ibu muda yang terlihat cukup aktif saat acara ini.

“Sangat menyenangkan. Harapannya, saya bisa menjadi orang tua yang baik (setelah mengikuti acara ini-red). Insya Allah saya akan ikut acara ini terus,” pungkasnya.

Sebelum meninggalkan Jogja untuk kembali ke Jakarta, Icke sebagai pemateri mengungkapkan pula tanggapannya mengenai peserta penyuluhan perdana di Balai Desa Ngloro ini, “Luar biasa antusias. Sepertinya (peserta-red) belum tau ada materi seperti ini. Positif, menyenangkan, dan responsif.” Ia berharap agar peserta dapat konsisten untuk mengikuti seluruh pertemuan. Dengan demikian, peserta diharapkan dapat menjadi trainer bagi para ibu lainnya di desa tersebut.

Leave a Reply