Salurkan Kreatifitas Bareng Kaka Asuh di Panti Nurul Ikhwan

Orphan Care Program

Salurkan Kreatifitas Bareng Kaka Asuh di Panti Nurul Ikhwan

Kaka Asuh kembali melanjutkan misi di Panti. Yap, masih di yayasan panti Nurul Ikhwan Pondok Cabe, kemarin pagi tujuh Kaka Asuh seru-seruan bareng 20 anak panti. Semangat dan antusias mereka masih sama seperti minggu lalu, meskipun Kaka Asuh harus menunggu anak panti selesai mandi. Well, pagi itu semuanya punya semangat yang sama: kreatifitas!

Usai ice breaking, pada jam pertama kelas A, B dan C dipisah untuk melaksanakan KBM seperti biasa. Di kelas A, adik Syamil, Baikhaki, Maura, Agil dan Kaisar berkreasi dengan ide pada kelas mewarnai. Yap, sentuhan warna cerah pada kertas gambar dibuktikan adik-adik panti kepada pengajar kelas A, yaitu Kaka Putri Silfa. Nggak sampai di situ, kelas menulis indah juga ditantang oleh pengajar Kaka Asuh kepada kelas A. Fyi, selalu ada saja kejutan yang dari kelas A, mulai dari menangis hingga keluar kelas saat KBM berlangsung. That’s why Kaka Asuh kelas A dipilih yang paling sabar, hehe.

Berlanjut ke kelas B, adik Reza, Bebe, Dela dan Hendri buktikan tantangan dari Kak Bella dan Cici untuk mengolah data di miscrosoft power point. Meskipun memakan waktu cukup lama, tapi mereka berhasil membuat diagram dan grafik dari data yang telah disiapkan dengan apik.

“Ini susah banget. Tapi aku senang karena aku jadi tau materi ini. Di sekolah belum diajarkan, ini ilmu baru,” ujar Dela yang pernah menjuarai lomba taekwondo.

Kelas C nggak kalah seru. Kelas Bahasa Inggris latih kreatifitas mereka dalam mengucapkan pronoun dan grammar dengan tepat. Kelas ini dikemas dengan alunan lagu dan menari bersama dalam bahasa Inggris. Setelah seru-seruan, latihan soal jadi tantangan terakhir adik panti untuk melihat sejauh mana mereka memahami KBM saat itu.

Anak muda tanpa kreatifitas seperti kartun Dora nggak pakai tas, kurang pas! Yap, di kelas keterampilan mereka mengasah ide untuk bisa membuat kotak pensil dari sedotan dan kertas buffalo. Dibagi menjadi dua kelompok, kelas keterampilan jadi lebih hening karena mereka sibuk dengan karya masing-masing. Yap, suasana seperti ini kadang yang diinginkan para pengajar. Setelah bergelut selama setengah jam dengan sedotan dan kertas buffalo, kotak untuk menyimpan pensil, uang dan lainnya siap dipamerkan. Btw, kelas keterampilan selalu didampingi oleh Kak Putri dan Silpani loh. Dua pengajar ini merupakan aset Kaka Asuh di dunia kekertasan dan keterampilan lainnnya.

Kesuksesan program Kaka Asuh selama satu tahun lebih ke belakang, nggak akan terwujud tanpa apresiasi dari Ketua Yayasan Panti Nurul Ikhwan. Nggak jarang kita disediakan makan siang dan pastinya tempat untuk kegiatan KBM.

“Adik-adik panti sangat kurang kasih sayang. Alhamdulillah, Subhanallah, kehadiran kaka mahasiswa di sini menambah semangat adik panti dalam belajar,” ujar KH. Munadi, pemilik Panti Asuhan Nurul Ikhwan yang sudah berdiri 30 tahun. Beliau berharap agar perjuangan Kaka Asuh nggak berhenti di panti Nurul Ikhwan. “Saya sangat senang dengan setiap kegiatan yang diadakan Kaka-kaka. Teruslah kerja keras dan berjuang untuk bisa menyayangi adik-adik di sini,” tuturnya.

Well, itu dia keseruan di panti Nurul Ikhwan bersama Kaka Asuh Humanity First Indonesia. Tunggu roadshow Kaka Asuh di bulan April mendatang ya! Salam Kemanusiaan!

[-,red.]

Leave a Reply