Senyum Mama Pombewe di Dapur Umum Humanity First Indonesia

#PeduliGempaLombok

Senyum Mama Pombewe di Dapur Umum Humanity First Indonesia

Terhitung 15 hari bencana Gempa dan Tsunami Palu, Donggala dan Sigi berlalu. Berdiri kokoh, tenda besar Humanity First Indonesia, yakni posko dapur umum di Desa Pombewe yang baru dibuka Jumat, 12 oktober 2018 lalu. Desa Pombewe merupakan lokasi pengungsian korban gempa dan tsunami dari Desa Lolu, Jono, Panao, dan Sidera, dengan kondisi rumah hancur ditelan tanah.

Tim HF Indonesia tidak sendiri, kami dibantu oleh Dedi. Ia merupakan anggota Tagana yang membantu kami mendirikan posko utama di desa Pombewe. Atas bantuan tersebut, HF Indonesia berhasil membuka pelayanan medis selama sembilan hari. Jumat kemarin, kami memperluas untuk pelayanan dapur umum.

Sehari sebelum dapur umum berdiri, sejumlah Mama-Mama datang ke posko untuk mendaftarkan diri membantu dapur umum HF Indonesia. Wajah mereka tidak bisa berbohong, keceriaan nampak pada garis wajah mereka. Salah satunya Mama Dona, sambil menggoreng tempe ia merasa keberadaannya di posko HF Indonesia bermanfaat. “Saya makan dan tidur terus kerjaannya setelah gempa, mendingan saya bantu-bantu di sini, pusing saya kalau di rumah, makan tidur saja kerjanya,” tuturnya.

Selain Mama Dona dari Desa Pombewe, beberapa Mama dari Desa Jono dan Lolu tak mau kalah ikut membantu. Tenda dapur umum ramai dengan candaan khas mereka, seperti lupa akan bencana yang menimpanya. Sesekali juga mereka membagikan pengalaman saat selamat dari bencana gempa dan tsunami. Senang rasanya, melihat canda mereka di dapur umum HF Indonesia.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.