Program Ketahanan Pangan LKSA Hasanah Kautsar Mulai Hasilkan Telur dan Sayuran
LKSA Hasanah Kautsar mulai merasakan hasil awal dari program ketahanan pangan yang dikembangkan melalui tiga sektor, yakni perikanan, pertanian, dan peternakan. Program ini tidak hanya ditujukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan panti, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pembekalan keterampilan bagi anak-anak sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian.
Pengurus LKSA Hasanah Kautsar, Irwansyah, menjelaskan bahwa program tersebut masih berada dalam tahap pengembangan. Sejumlah kegiatan telah berjalan, termasuk budidaya sayuran menggunakan media tanam polibag, pemeliharaan ikan lele, serta peternakan ayam petelur.
“Untuk progres secara keseluruhan, saat ini masih sekitar 40 persen. Kami memulai dari peternakan ayam petelur, dan hasilnya sudah mulai terlihat. Namun, untuk sekarang, hasilnya masih digunakan untuk konsumsi internal,” ujar Irwansyah.

Pada sektor peternakan, produksi telur mulai diperoleh dalam beberapa waktu terakhir. Dari pengembangan yang dilakukan, saat ini terdapat lima ekor ayam yang sudah bertelur. Proses pemeliharaan masih ditangani langsung oleh Irwansyah karena membutuhkan ketelitian, terutama dalam pengaturan waktu dan pemberian pakan.
Pemberian pakan ayam dijadwalkan pada pukul 06.30–07.00 WIB dan 16.00–16.30 WIB. Ketepatan waktu menjadi salah satu aspek yang diperhatikan karena dapat berpengaruh terhadap produksi telur. Dengan mempertimbangkan jadwal sekolah anak-anak yang sebagian besar pulang pada sore hari, pengelolaan peternakan masih dilakukan oleh pengurus dengan bantuan anak bimbingan yang sedang dilatih.
Keterlibatan anak-anak dilakukan secara bertahap, terutama dalam pekerjaan yang lebih ringan dan dapat disesuaikan dengan waktu mereka. Anak-anak telah membantu membersihkan kandang, sedangkan pembagian jadwal pemberian pakan masih dalam tahap penyusunan agar dapat berjalan tanpa mengganggu kegiatan sekolah.
Selain peternakan, sektor pertanian juga dikembangkan melalui penanaman sayuran menggunakan polibag. Jenis tanaman yang dibudidayakan memiliki tingkat kesulitan berbeda. Kangkung menjadi salah satu pilihan yang relatif mudah ditanam, sedangkan cabai dan tomat membutuhkan proses penyemaian terlebih dahulu serta waktu pertumbuhan yang lebih panjang, sekitar dua hingga tiga bulan.
Menurut Irwansyah, proses tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk mengenalkan anak-anak pada tahapan budidaya tanaman, mulai dari penyemaian hingga perawatan. Edukasi diberikan secara bertahap agar anak-anak memahami prosesnya sebelum dilibatkan lebih jauh dalam kegiatan pertanian.
Sementara itu, sektor perikanan melalui budidaya ikan lele juga menjadi bagian dari program ketahanan pangan tersebut. Penjadwalan kegiatan pada sektor pertanian dan perikanan telah berjalan, sedangkan pengaturan jadwal peternakan ayam petelur masih disesuaikan dengan kebutuhan perawatan dan aktivitas harian anak-anak.
Program ketahanan pangan ini merupakan bagian dari pengembangan program pascabimbingan yang diarahkan untuk membekali anak-anak dengan keterampilan praktis sebagai bekal setelah menyelesaikan masa pengasuhan maupun pendidikan. Melalui keterlibatan dalam kegiatan pertanian, perikanan, dan peternakan, anak-anak diharapkan dapat mengenal proses produksi pangan sekaligus belajar mengenai tanggung jawab dan kedisiplinan.
Irwansyah menyampaikan bahwa pengembangan program dilakukan secara bertahap, dimulai dari pengelolaan teknis oleh pengurus sebelum pengetahuan dan keterampilan tersebut diperkenalkan kepada anak-anak. Dengan demikian, keterlibatan mereka dapat disesuaikan dengan kemampuan, waktu, dan tingkat pemahaman masing-masing.
Ke depan, LKSA Hasanah Kautsar terus mengembangkan ketiga sektor tersebut agar dapat berjalan lebih teratur dan memberikan manfaat yang lebih luas. Hasil awal berupa telur ayam dan sayuran menjadi bagian dari proses pengembangan program yang diharapkan dapat mendukung kebutuhan pangan panti sekaligus memperkuat pembekalan kemandirian bagi anak-anak.



