Tag: Panti Asuhan

IMG-20260621-WA0033 (1)
ARTICLEORPHAN CARE

Jangan Hanya Mengasuh Anak Panti, Siapkan Mereka Menghadapi Kehidupan

Suara lalu lalang kendaraan melintas didepan panti HF Hasanah Kautsar. Panti ini berada dipinggir jalan di daerah Kawalu Tasikmalaya. Saat ini panti memiliki anak Asuh sebanyak 15 anak dan akan terus bertambah jumlahnya seiring dengan waktu berjalan. Selain memberikan pengasuhan, pendidikan formal. Panti memiliki program kemandirian anak dan kemandirian panti. Program ini sebagai program jangka panjang untuk mempersiapkan anak – anak panti mempersiapkan masa depannya. Selain itu mengajak orang- orang membantu masa depan mereka melalui program kemandirian.

Ketika kita membantu anak-anak panti asuhan, sering kali yang terlintas adalah bagaimana memenuhi kebutuhan mereka setiap hari. Makanan, pakaian, pendidikan, dan tempat tinggal. Namun, pernahkah kita membayangkan apa yang akan terjadi ketika mereka dewasa, meninggalkan panti, dan harus menjalani kehidupan sendiri?

Siapa yang akan membantu mereka mencari pekerjaan, membangun usaha, dan menghadapi tantangan kehidupan? Apakah mereka sudah memiliki keterampilan dan kepercayaan diri untuk berdiri di atas kaki sendiri?

Keseruan anak-anak LKSA Hasanah Kautsar membuat kerajinan tangan

Pertanyaan inilah yang mendorong LKSA Hasanah Kautsar bersama Humanity First membangun ekosistem kemandirian panti. Sebuah upaya agar panti tidak hanya menjadi tempat anak-anak tumbuh dan diasuh, tetapi juga ruang bagi mereka untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan mempersiapkan masa depan.

Upaya itu dimulai dari hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Hasanah Kautsar membangun peternakan ayam petelur yang hasilnya dimanfaatkan untuk kebutuhan makan anak-anak dan sebagian dijual. Lele dibudidayakan, kemudian diolah menjadi abon lele. Sayuran ditanam untuk memenuhi kebutuhan dapur sekaligus dipasarkan. Anak-anak juga diperkenalkan pada pengolahan pangan dan pembuatan produk keterampilan tangan

Di balik kegiatan tersebut, ada pelajaran yang jauh lebih berharga daripada sekadar hasil panen atau penjualan. Anak-anak belajar tentang tanggung jawab, kedisiplinan, kerja sama, kreativitas, dan kewirausahaan. Mereka diajak memahami bahwa sesuatu yang bernilai membutuhkan proses, ketekunan, dan kemauan untuk terus belajar.

Program ini memiliki dua tujuan yang saling menguatkan: membantu panti memenuhi sebagian kebutuhan dan mengembangkan sumber pendapatan, sekaligus membekali anak-anak dengan keterampilan hidup yang dapat mereka gunakan ketika kelak menjalani kehidupan secara mandiri.

Tentu, perjalanan menuju kemandirian tidak mudah. Panti membutuhkan sarana, pendampingan, pengembangan produk, dan akses pasar. Karena itu, membangun kemandirian bukan berarti membiarkan panti berjuang sendirian. Justru, dukungan masyarakat dibutuhkan agar upaya ini dapat tumbuh dan berkelanjutan.

Kita bisa mengambil bagian dengan berbagai cara: membantu pengadaan sarana produksi, berbagi keahlian, membuka jaringan pemasaran, atau membeli produk yang dihasilkan. Dukungan yang tepat bukan hanya membantu kegiatan panti berjalan, tetapi juga membuka kesempatan bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang.

Melalui LKSA Hasanah Kautsar, Humanity First ingin menunjukkan bahwa kepedulian dapat melangkah lebih jauh daripada sekadar memberikan bantuan. Kepedulian juga dapat diwujudkan dengan membangun kemampuan, membuka kesempatan, dan menyiapkan masa depan

Sebab, suatu hari nanti, anak-anak itu akan meninggalkan panti. Kita mungkin tidak selalu berada di sisi mereka ketika menghadapi dunia yang sesungguhnya. Namun, kita dapat membantu mempersiapkan bekal mereka sejak sekarang.

Yu support HF Dalam program Orphane Care dengan bersedekah setiap bulannya dengan menjadi Sobat kemanusiaan.

Support Disini! https://humanityfirst.id/campaign/jadi-orang-tua-asuh

LKSA Hasanah Kautsar_1
NEWSORPHAN CARE

LKSA Hasanah Kautsar: Wujud kepedulian terhadap Anak Yatim Piatu


“It takes a village to raise a child.” artinya, “Membutuhkan satu desa untuk mengasuh seorang anak.” ujar Tuan Waleed, perwakilan Humanity First USA.


Rabu, 28 Februari 2024 – Humanity First Indonesia melakukan peresmian Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang bernama Hasanah Kautsar. LKSA ini merupakah tempat singgah atau tempat pengasuhan anak – anak yatim piatu yang saat ini dikelola oleh Humanity First Indonesia. Sebelumnya, Panti Asuhan ini dikelola oleh Yayasan Wisma Damai dan pada April 2023, dilakukan pengambil alihan pengelolaan oleh Humanity First Indonesia. LKSA ini merupakah program Orphan Care Humanity First secara Internasional dan LKSA Hasanah Kautsar ini program kerjasama antara Humanity First Indonesia dengan Humanity First USA. LKSA ini menerima anak – anak yatim piatu yang membutuhkan pengasuhan, pendidikan, keterampilan dan hal lainnya agar masa depan anak – anak yatim piatu yang menerima manfaat dari LKSA ini mendapatkan masa depan yang lebih baik lagi. Karena persoalan anak yatim piatu ini bukan hanya tugas pemerintah namun menjadi tugas kami secara pribadi dapat membantu, tugas lembaga yang dalam hal ini Humanity First sebagai lembaga yang resmi yang bergerak dalam kerja – kerja kemanusiaan.

Dalam acara peresmian LKSA Hasanah Kautsar, wakil dari Humanity First USA, Tuan Waleed, menyampaikan ada pepatah dalam Bahasa Inggris, “It takes a village to raise a child.” artinya, “Membutuhkan satu desa untuk mengasuh seorang anak.” Persoalan anak yatim piatu merupakan persoalan yang cukup berat dan membutuhkan kerja bersama. Dalam acara peresmian ini, kami melihat pepatah itu secara langsung, satu komunitas, satu desa datang untuk mendukung Panti Asuhan ini. Semoga, kita dapat memberikan yang terbaik untuk anak – anak yatim piatu dalam asuhan kita ke depannya.

Selain dari perwakilan Humanity First USA, peresmian juga dihadiri oleh Chairman BOT Humanity First Indonesia, Bpk. Mln. Mirajuddin. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa, pengasuhan anak yatim piatu ini merupakah perintah Allah Ta’ala yang perintahnya ada dalam Al-Qur’an dan disunahkan oleh Rasulullah SAW dalam sunah dan hadistnya. Mengutip surat Al-Ma’un, di mana dalam ayat tersebut dijelaskan:

“Tahukah kamu (orang), yang mendustakan agama, maka itulah orang yang menghardik anak yatim piatu, tidak memberi makan orang miskin, maka celakalah orang yang shalat.”


Dalam momen peresmian tersebut, Chairman BOT Humanity First Indonesia mengajak kepada semua untuk bersama – sama menyatuni anak yatim piatu. Melalui LKSA Hasanah Kautsar ini, semoga menjadi pintu untuk kita semua dalam kebaikan dan melayani kemanusiaan. Peresmian ditutup dengan rangkaian acara lainnya berupa penarikan kain yang menutupi logo Branding LKSA dan penandatanganan sebuah batu tanda prasasti oleh Chairman BOT Humanity First Indonesia (Bpk. Mln. Mirajuddin Syahid), Perwakilan Humanity First USA (Tuan Waleed) Chairman Humanity First Indonesia (Kandali Achmad Lubis) dan pendonor yang sudah menghibahkan tanahnya untuk LKSA Hasanah Kautsar (Drs H. Mansur Ahmad).

Peresmian ini didatangi oleh tokoh – tokoh yang berperan dalam kiprah LKSA sebelum diambil alih oleh Humanity First Indonesia dan juga dihadiri oleh tokoh – tokoh lainnya di Tasikmalaya seperti perwakilan dari komisi perlindungan anak daerah tasikmalaya (Ajat), Ketua PERADI (Dr. Andi, SH.), Fatayat NU dan tokoh-tokoh lainnya. Acara peresmian ini bekerjasama dengan Lembaga Forum Bhineka Tunggal Ika yang diketuai oleh Asep Rizal, yang selama ini sangat giat dalam memperjuangkan giat – giat kemanusiaan di Tasikmalaya. Rangkaian kegiatan peresmian ini meliputi Bakti Sosial Pengobatan, Pemberian Sembako untuk Anak Yatim Piatu di luar Panti Asuhan. Semoga, Humanity First Indonesia dapat memberikan yang terbaik dalam mengasuh dan melayani anak – anak yatim piatu di LKSA Hasanah Kautsar. (red.)


❤️ Bantu Sesama Hari Ini
1. Jadilah Sobat Kemanusiaan
1. Jadilah Sobat Kemanusiaan
2. Jadilah Orang Tua Asuh
3. Dukung Saudara Palestina
4. MCK, Sanitasi & Air Bersih
5. Hadiah Penglihatan Orang Tua
Donasi Sekarang