ft image terima kasih
GLOBAL HEALTHKLINIK REHMATKNOWLEDGE FOR LIFENEWSORPHAN CARE

Terima Kasih Sobat Kemanusiaan, Sedekah Anda Hadirkan Harapan bagi Banyak Kehidupan

Di setiap senyum penerima manfaat, tersimpan kebaikan hati Sobat Kemanusiaan yang memilih untuk berbagi. Setiap sedekah yang dititipkan bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga menjadi harapan, semangat, dan bukti bahwa kepedulian masih tumbuh di tengah masyarakat.

Berkat kepercayaan dan kepedulian para Sobat Kemanusiaan, berbagai program kemanusiaan dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Mulai dari bantuan pangan, layanan kesehatan, pendidikan hingga respons kebencanaan, seluruhnya menjadi wujud nyata dari semangat gotong royong dalam menebarkan kebaikan.

LKSA Hasanah Kautsar

Salah satu kabar menggembirakan datang dari LKSA Hasanah Kautsar. Berkat dukungan dari Sobat Kemanusiaan, keluarga besar LKSA kini bertambah dengan hadirnya dua anak asuh yaitu Cinta Ramadhani yang berasal dari Bangka Belitung dan Muhammad Alif dari Cianjur. Kehadiran mereka menjadi amanah baru yang akan terus didampingi agar dapat tumbuh, belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.

Dua anak asuh baru di LKSA Hasanah Kautsar

Tak hanya itu, semangat belajar anak-anak LKSA Hasanah Kautsar juga membuahkan prestasi yang membanggakan. Faisya Almas berhasil meraih peringkat 1, Suraiya Salsabila Azzahra meraih peringkat 2, Muhammad Wildan meraih peringkat 3, dan Aininur Alifah Qolbi meraih peringkat 4 di sekolah masing-masing.

Semangat belajar anak-anak Rumah Belajar Namorambe pun tak kalah membanggakan. Eginta Perbina Gr Sembiring berhasil meraih peringkat 1, Najma Masiha berhasil meraih peringkat 2, Alona Sesilia Br Ginting berhasil meraih peringkat 2, dan Cahaya Br Sipayung berhasil meraih peringkat 3 di sekolah masing-masing.

3 anak didik Rumah Belajar Namorambe yang meraih Juara Kelas

Prestasi ini menjadi bukti bahwa setiap kebaikan yang diberikan turut membuka jalan bagi anak-anak untuk terus berkembang dan menggapai cita-cita.

Klinik Rehmat Gunungkidul

Kabar baik juga datang dari layanan kesehatan yang terus berkembang berkat dukungan Sobat Kemanusiaan, Klinik Rehmat. Hingga Juni, jumlah kunjungan pasien telah mencapai 50 kunjungan, mencerminkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang diberikan.

Berbagai pelayanan kesehatan telah diberikan, di antaranya tindakan sirkumsisi kepada 4 pasien, perawatan luka modern kepada 3 pasien, intra-articular injection kepada 2 pasien, layanan immune booster kepada 7 pasien, serta home care kepada 2 pasien.

Salah satu pasien sirkumsisi (sunatan) di Klinik Rehmat

Setiap layanan yang diberikan merupakan wujud nyata bahwa sedekah yang dititipkan telah menghadirkan akses kesehatan yang lebih baik dan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan.

Sebagai bentuk rasa syukur dan penghargaan, kami menyampaikan apresiasi kepada para Sobat Kemanusiaan yang telah mempercayakan sedekahnya untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.

Apresiasi kami sampaikan kepada:

1INNE YULIANE17RIZKI-KHADIJAH-REHANAH33MUHAMMAD ANWAR
2TAHIR HADIWIJOYO18KHALIDA JAMILAH34TAHIRA RETNO SUKMA KASIH
3MIRATI WENINGTIAS19PIR ZADA ALAM GIR35YUYUN ISKONDIYAH
4ALTO OMAR20NURSITI SURIASIH36LELY DAMITA
5HERYANI21FATHAN ABDUSSALAM37NURUN NISA SALEH
6NADYA SIDDIQA22AHMAD MARDIANA SOFYAN38WASEEM AHMED
7MUNEEBA ACHMAD23MANSOOR AHMAD ZAHID39SUSI PARIDAWATI
8A. REGITA CAHYANI24M. ANAHDI SHOLIHIN40AZIZ ZARKASY
9AZEEMA SHAFA RABBANI25DWI HARYANTO41ASEP DARMAWAN
10NINA SJAFWAN26DANY KUSUMA PUTRI42FITRIA RAHMAWATI
11NORI KEDARSARI27IRWAN TAFRIDJA43SUTJI LESTARI
12DIAN EKAWATI28HAURA MAHDIYYA44HAIDAR AHMAD
13MUHAMAD ARIF MAKATITA29RAFIKA SETIASIH45YAQUB AHMAD IRFANI
14SUSAN ASMARANI30FAKIH AHMAD46NASIR HAYAT
15ANITA SETYAWATI31TASYAFIR47ARSALAN AHMAD
16AMATUN NASIER32EVA RAHAYU48NURHASANAH

dan seluruh Sobat Kemanusiaan lainnya yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu.

Setiap kontribusi dari Sobat Kemanusiaan memiliki arti yang begitu besar. Bagi penerima manfaat, sedekah bukan sekadar bantuan materi melainkan menjadi penyemangat untuk bangkit, bertahan dan melanjutkan kehidupan dengan penuh harapan.

Dari setiap kebaikan, lahir manfaat nyata yang membantu keluarga, mendukung pendidikan anak, menghadirkan layanan kesehatan, hingga meringankan beban masyarakat terdampak bencana. Setiap rupiah yang disedekahkan telah menjelma menjadi kebermanfaatan yang nyata.

Kami percaya bahwa kebaikan akan selalu menemukan jalannya dan akan selalu menginspirasi kebaikan lainnya. Ketika satu tangan memberi, banyak tangan lainnya akan merasakan manfaatnya.

Semoga setiap sedekah yang telah ditunaikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir, dilipatgandakan pahalanya, diberikan keberkahan dalam rezeki, kesehatan, serta kemudahan dalam setiap langkah kehidupan.

Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan kebaikan ini. Mari terus melangkah bersama, memperluas manfaat dan menghadirkan harapan bagi lebih banyak saudara yang membutuhkan.

Karena bersama Sobat Kemanusiaan, setiap kebaikan akan selalu berarti.

WhatsApp Image 2026-07-16 at 08.28.04
GLOBAL HEALTHKNOWLEDGE FOR LIFEORPHAN CAREPRESS RELEASE

Gerakan Sedekah Kemanusiaan “Berkat”: Menghadirkan Harapan Melalui Setiap Kebaikan

Gerakan Sedekah untuk Kemanusiaan

Setiap kebaikan yang ditunaikan melalui sedekah tidak hanya menghadirkan bantuan, namun melahirkan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan. Karena dibalik setiap kebaikan selalu memiliki cerita.

Ada senyum yang kembali merekah, harapan yang kembali menyala dan mimpi yang kembali mereka rajut untuk diwujudkan. Ada keluarga yang kembali memiliki harapan, anak-anak yang dapat melanjutkan pendidikan serta masyarakat yang mampu bangkit dari berbagai keterbatasan.

Humanity First Indonesia menghadirkan sebuah Gerakan Sedekah Kemanusiaan bertemakan “Berkat: Buah Cerita Penerima Manfaat”, sebuah gerakan yang mengangkat kisah nyata sebagai bukti bahwa kepedulian mampu menghadirkan perubahan.

Melalui gerakan ini, bersama sobat kemanusiaan dapat melihat secara nyata bagaimana sedekah menjadi jalan hadirnya keberkahan bagi banyak kehidupan. Keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari banyaknya bantuan yang tersalurkan, tetapi dari perubahan nyata yang dirasakan oleh mereka yang menerima manfaat.

Berbagai kisah inspiratif dari para penerima manfaat dihadirkan sebagai pengingat bahwa inti dari aksi kemanusiaan adalah menghadirkan manfaat bagi sesama manusia.

Mereka bukan hanya sosok yang menerima bantuan, namun mereka juga saksi hidup bahwa sedekah memiliki kekuatan untuk mengubah keadaan. Dari perjuangan memenuhi kebutuhan sehari-hari, memperoleh akses pendidikan, hingga kembali memiliki harapan untuk bangkit dari keterbatasan. Setiap kisah dari mereka menjadi refleksi nyata dari manfaat yang lahir berkat kepedulian sobat kemanusiaan.

“Berkat: Buah Cerita Penerima Manfaat” ingin mengajak sobat kemanusiaan melihat sedekah dari sudut pandang yang lebih dekat dan lebih bermakna. Sobat kemanusiaan telah menjadi bagian dari rantai kebaikan yang tidak pernah terputus.

Tidak hanya sekadar tentang angka atau jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi tentang kehidupan yang tersentuh, keluarga yang kembali tersenyum dan masa depan mereka yang perlahan dibangun kembali melalui uluran tangan sobat kemanusiaan.

Lebih dari sekadar menyampaikan cerita, Gerakan Sedekah Kemanusiaan juga membawa pesan-pesan mengenai keutamaan sedekah. Setiap donasi yang diberikan merupakan wujud kepedulian yang tidak hanya meringankan beban sesama, namun juga memperkuat nilai-nilai empati, solidaritas, dan gotong royong.

Setiap sedekah, sekecil apa pun, memiliki dampak besar dalam membantu mereka yang sedang menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Ketika satu tangan memilih untuk berbagi, akan lahir lebih banyak harapan yang menyala dan lebih banyak kehidupan yang berubah.

Melalui langkah kecil yang dilakukan bersama, kebaikan akan terus bertumbuh menjadi berkah yang dirasakan oleh semakin banyak orang. Sebab, ketika kepedulian dipertemukan dengan aksi nyata, lahirlah cerita-cerita kemanusiaan yang akan terus hidup dan menginspirasi.

Dibalik setiap uluran tangan sobat kemanusiaan, selalu ada cerita tentang harapan yang hidup kembali, masa depan yang mulai dibangun dan kemanusiaan yang terus tumbuh. Bersama Sobat Kemanusiaan, Gerakan Sedekah Kemanusiaan akan terus menghadirkan lebih banyak kisah, lebih banyak harapan dan lebih banyak keberkahan bagi sesama.

Setiap sedekah dari sobat kemanusiaan menanamkan harapan bagi kehidupan mereka yang lebih baik di masa depan.

IMG_20260125_165508
DISASTER RELIEFPRESS RELEASE

Humanity First Fokuskan Program Tanggap Darurat Fase II pada Pemulihan Pendidikan Anak

Di tengah proses pemulihan pasca bencana, anak-anak menjadi kelompok yang membutuhkan perhatian berkelanjutan, khususnya dalam menjaga keberlangsungan pendidikan mereka. Menyadari hal tersebut, HF melalui Program Tanggap Darurat Fase II memfokuskan intervensi pada pemulihan pendidikan anak-anak terdampak bencana di Aceh Tamiang. Selama seminggu Tim HF telah hadir di Aceh Tamiang untuk assesment dan mempersiapkan program bantuan ini.

Program ini dilaksanakan melalui penyaluran bantuan alat tulis dan perlengkapan sekolah sebagai bagian dari upaya mendukung anak-anak agar dapat kembali mengikuti aktivitas belajar dengan lebih baik. HF memandang bahwa pemulihan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan darurat, tetapi juga mencakup penguatan kembali rutinitas, rasa aman, dan semangat belajar anak pasca bencana.

Bantuan perlengkapan sekolah untuk anak-anak di Aceh Tamiang.

Di Aceh Tamiang, bantuan perlengkapan sekolah menjadi langkah konkret untuk membantu anak-anak kembali ke ruang belajar dengan kesiapan yang lebih layak, sekaligus meringankan beban keluarga terdampak. Buku, alat tulis, dan perlengkapan sekolah diharapkan dapat menjadi sarana pendukung agar anak-anak tidak tertinggal dalam proses pendidikan mereka.

Adapun bantuan perlengkapan sekolah yang disalurkan terdiri dari 550 tas sekolah, 5.500 buku tulis, 1.650 pensil, 550 pulpen, 550 penghapus, dan 550 penggaris. Selain itu, HF juga menyalurkan alat peraga pembelajaran Bahasa Inggris dan Matematika sebanyak 15 set, 2 unit globe, 2 atlas, 2 papan tulis besar, 24 spidol papan tulis, serta 12 penghapus papan tulis untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Pelaksanaan program ini merupakan hasil kolaborasi HF bersama para donatur Sobat Kemanusiaan yang terus memberikan dukungan dalam proses pemulihan pasca bencana. Partisipasi masyarakat menjadi elemen penting dalam memperkuat upaya pemulihan yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya bagi kelompok anak.

Melalui Program Tanggap Darurat Fase II ini, HF berharap dapat berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak terdampak bencana serta mendukung proses pemulihan sosial yang lebih menyeluruh.

HF mengajak masyarakat untuk terus mengambil bagian dalam ikhtiar kemanusiaan ini, agar anak-anak tetap memiliki ruang untuk belajar, tumbuh, dan menatap masa depan dengan harapan.

WhatsApp Image 2025-10-03 at 14.47.52
ARTICLEKNOWLEDGE FOR LIFE

Rumah Belajar HF SaTuTiBa (Satu Tungku, Tiga Batu) Menyalakan Api Harapan dari Fakfak Papua.

Di sebuah sudut Fakfak-Papua, terbitlah sebuah cahaya sederhana namun hangat. Cahaya itu lahir dari semangat berbagi dan kecintaan terhadap pendidikan serta kemanusiaan. Dari tangan Bapak Hafidz Bahansubu dan Ibu Mutia Siddiqa, bersama Humanity First Indonesia, berdirilah sebuah rumah belajar yang diberi nama SaTuTiBa – Satu Tungku, Tiga Batu.
Nama ini bukan sekadar nama. Ia lahir dari filosofi kearifan lokal masyarakat Fakfak: satu tungku, tiga batu. Sebuah simbol kebersamaan, keseimbangan, dan persatuan. Tungku tidak akan berdiri tegak tanpa tiga batu penopang, dan kehidupan tidak akan kokoh tanpa nilai-nilai yang menopang manusia di dalamnya.

Kegiatan di Rumah Belajar SaTuTiBa Fakfak

Dengan filosofi itu, SaTuTiBa hadir membawa tiga pijakan utama:

Batu Pertama: Pendidikan dan Literasi
Di sini, anak-anak Papua menemukan ruang untuk membaca, menulis, dan belajar yang bertujuan membangun semangat literasi. Selain itu, sebagai pendampingan belajar anak-anak untuk pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris.

Batu Kedua: Budaya dan Karakter
SaTuTiBa tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan akar. Anak-anak tumbuh dengan kebanggaan pada tradisi, seni, dan warisan leluhur mereka. Karakter dibentuk bukan hanya dengan pengetahuan, tetapi juga dengan nilai, kejujuran, dan kebersahajaan.

Batu Ketiga: Kebersamaan dan Spiritualitas

SaTuTiBa menjadi ruang inklusif. Sebuah tempat di mana anak-anak, orang tua, relawan, dan masyarakat berjalan beriringan. Di sini, kebersamaan adalah kekuatan, dan spiritualitas adalah cahaya yang menuntun setiap langkah.
Lebih dari sekadar rumah belajar, SATUTIBA adalah identitas baru untuk pendidikan di kampung Lusi Peri, Fakfak Papua Barat.

Seorang anak yang sedang menulis

Ia adalah tungku kecil yang menyalakan api harapan. Api yang menghangatkan hati anak-anak, membangun keberanian untuk bermimpi, dan menyalakan tekad agar mereka tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berilmu, dan berakar budaya.

SaTuTiBa ingin dikenal bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi sebagai simbol perubahan. Dari Fakfak-Papua, ia mengirimkan pesan ke seluruh Indonesia bahwa:

Pendidikan yang berakar pada budaya, bernafas kebersamaan, dan berjiwa kemanusiaan akan melahirkan generasi yang kuat.

Featured Image Klinik Rehmat 1
ARTICLEGLOBAL HEALTHKLINIK REHMAT

Peresmian Klinik Rehmat: Persembahan 20 Tahun Humanity First untuk Indonesia

Klinik Rehmat lahir sebagai wujud nyata dari semangat “20 Tahun HF Untuk Indonesia”, ini merupakan sebuah pengabdian bagi bangsa Indonesia.

 

Semangat Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini menjadi momentum bersejarah bagi Humanity First Indonesia. Setelah 20 tahun hadir melayani kemanusiaan, membantu tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan, kini Humanity First Indonesia mempersembahkan sebuah harapan baru yaitu Klinik Rehmat.

Tepat di bulan kemerdekaan Republik Indonesia, Klinik Rehmat diresmikan bukan sekadar sebagai fasilitas kesehatan, tetapi juga sebagai simbol pengharapan, kasih sayang, dan dedikasi untuk masyarakat. Pada berdirinya Klinik Rehmat, Humanity First Indonesia meneguhkan komitmennya untuk terus melayani dan mendampingi masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan. Klinik ini diharapkan menjadi tempat di mana setiap orang dapat merasakan sentuhan kemanusiaan, perhatian, dan pelayanan yang penuh kasih.

Logo Klinik Rehmat

Peresmian ini adalah ungkapan syukur atas 20 tahun perjalanan Humanity First Indonesia yang telah berjuang di berbagai bencana, layanan kesehatan, pendidikan,Pengadaan Air Bersih, Kepedulian Anak Yatim dan program lainnya. Kini, langkah itu semakin kokoh dengan hadirnya Klinik Rehmat, sebagai hadiah kemerdekaan untuk bangsa tercinta.

Peresmian pun menjadi moment spesial karena akan dihadiri oleh Chairman HF Internasional, Chairman HF USA, Chairman Board of Trustees dan juga Chairman HF Indonesia sendiri yang tentunya akan menambah kemeriahan perayaan “20 Tahun Humanity First Indonesia untuk Indonesia”. Sekaligus 30 Tahun HF Internasional.

Copy of DSC00438
ARTICLE

20 Tahun Humanity First Indonesia dalam Data

Humanity First Indonesia telah berusia 20 tahun pasca-berdiri tahun 2004. Selama 20 tahun tersebut, berbagai program-program kemanusiaan telah dilakukan HF Indonesia, meliputi Bantuan Kebencanaan (Disaster Relief), Perawatan Komunitas (Community Care), Perawatan Anak Yatim (Orphan Care), Air untuk Kehidupan (Water for Life), Ketahanan Pangan (Food Security), Pengetahuan untuk Kehidupan (Knowledge for Life), Kesehatan Global (Global Health), dan Anugerah Penglihatan (Gift of Sight). Program-program tersebut seirama dengan agenda pembangunan global dalam wujud Sustainable Development Goals (SDGs).

Humanity First Indonesia berkomitmen akan selalu menjaga dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dengan tidak memandang suku, ras, agama maupun antar golongan (SARA) dalam setiap aksi pelayanan kemanusiaan. Dari tahun ke tahun, kinerja dan cakupan misi kemanusiaan HF Indonesia semakin meluas hingga menjangkau bukan hanya daerah-daerah terpencil di Pulau Jawa, tetapi juga Sumatera, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua. Kemajuan tersebut dapat dilihat melalui kinerja HF Indonesia hingga tahun 2025 ini.

Sampai tahun 2025, implementasi berbagai program kemanusiaan HF Indonesia dilakukan di 12 daerah di Indonesia, meliputi Aceh, Medan, dan Nias di Pulau Sumatera. Lalu Banten, Tangerang, Jakarta, Bandung, Indramayu, dan Jogja di Pulau Jawa. Kemudian juga ada daerah di NTB, NTT dan Papua. Lalu terdapat lebih dari 110 ribu individu penerima manfaat program-program HF Indonesia tersebut. Bahkan melalui program-program kesehatan, tercatat lebih dari 16.000 pasien yang telah terobati. Dengan status HF Indonesia sebagai organisasi kemanusiaan dan non-pemerintah, maka kinerja dan berbagai hasil misi kemanusiaan HF Indonesia ini demikian patut diapresiasi.

Tindak balik akselerasi kinerja HF Indonesia terjadi pasca-revitalisasi lembaga tahun 2014. Program HF Indonesia tidak lagi hanya berkutat pada aspek tanggap bencana, tetapi juga program-program kemanusiaan lainnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial lainnya. Peran dan kontribusi tersebut secara tematik sebagai berikut :

Anak-anak yang sedang belajar di Rumah Belajar Namorambe

Bidang Pendidikan : Peran dan kontribusi HF Indonesia pada bidang pendidikan dapat dilihat melalui program Knowledge For Life dan Orphan Care. Dari tahun 2015 hingga sekarang, lebih kurang terdapat 1.900 anak penerima manfaat melalui program ini, terutama didapatkan oleh peserta didik. Diawali pada tahun 2015, salah satu implementasi program ini berupa membangun gerakan Maluku Membaca. Selama program ini berjalan, lebih dari 500 siswa di Maluku terlibat. Program ini juga membagikan 560 buku untuk siswa-siswa, serta melakukan perpustakaan keliling di 3 Sekolah Dasar. Dari program Knowledge For Life, hadir beberapa turunannya seperti Taman Baca Keta dengan tercatat telah memberikan manfaat akses literasi kepada lebih dari 50 anak dan Rumah Belajar Namorambe yang telah memberikan manfaat bimbingan belajar di daerah Deli Serdang sebanyak 40 anak. Pada bidang Pendidikan, juga yang menjadi program utama Humanity First Indonesia yaitu Orphan Care. Program ini adalah wujud nyata HF dalam merawat dan menjaga generasi masa depan dengan memberikan kehidupan, pendidikan dan kesehatan bagi anak-anak yang kurang beruntung dalam segi latar belakang individu. Sedikitnya ada 2 Panti Asuhan yang telah mendapatkan manfaat dari program Orphan Care ini yaitu program Kakak Asuh pada Panti Asuhan Nurul Ikhwan di Tangerang Selatan dan LKSA Hasanah Kautsar di Tasikmalaya yang selama ini masih berjalan dengan baik dan telah mengasuh dan merawat 30 anak-anak berprestasi.

Anak Asuh yang sedang belajar bersama Kakak Asuh di LKSA Hasanah Kautsar

Bidang Kesehatan : Melalui program global health, HF Indonesia fokus kepada pembangunan fasilitas rumah sakit dan klinik baru, melatih dokter, menyediakan persediaan dan sumber daya medis, serta menawarkan posko medis penjangkauan. Kontribusi HF Indonesia terhadap sektor kesehatan masyarakat dapat dilihat melalui keberadaan Klinik Asih Sasama. Klinik ini dibangun sejak tahun 2014 di Desa Ngloro, Gunungkidul, DIY Yogyakarta.

Klinik Asih Sasama

Klinik Asih Sasama memberikan layanan medis umum kepada masyarakat luas dengan biaya yang disesuaikan dengan kemampuan finansial pasien. Kondisi tersebut dapat dilihat melalui data dari tahun 2015-2023, klinik ini telah melayani lebih dari 29 ribu masyarakat berobat. Dari tahun ke tahun, jumlah pasien klinik Asih Sasama cenderung meningkat, bahkan konsisten di angka 3.000 – 5.000 pasien setiap tahunnya.

Setiap tahunnya, klinik ini terus berupa meningkatkan kualitas layanannya. Meskipun baru 1 tahun berdiri, di tahun 2015, Klinik Asih Sasama bahkan telah menangani 4.622 pasien di Desa Ngloro. Selain melakukan pelayanan kesehatan secara umum, Klinik Asih Sasama juga melakukan penyuluhan bagi para orangtua berkaitan dengan pola asuh dan mental anak. Pada tahun 2016, klinik ini memiliki 8.820 kunjungan masyarakat berobat. Dari kunjungan tersebut, terdapat 4.472 pasien. Layanan medis yang diberikan kepada pasien dalam bentuk tindakan medis umum meliputi: Injeksi, Cek darah (HB, Glukosa, Asam Urat, Kolesterol), Nebulizer, Infus, Asering, EKG, GV dan Hecting.

Dokter dan Perawat yang sedang melakukan perawatan di Klinik Asih Sasama

Seiring berjalannya waktu, hingga tahun 2022, kontribusi Klinik Asih Sasama semakin massif dan berkembang. Pada tahun 2022, layanan kesehatan klinik tersebut sudah terbagi atas poliklinik umum, gigi, kebidanan, dan perawatan rumah. Di tahun 2022 ini, tercatat ada 3.045 pasien yang berobat di Klinik Asih Sasama. Sebagian besar, yakni 2.924 pasien, merupakan pasien umum, kemudian sisanya 6 pasien gigi, dan 115 pasien bidan. Hingga tahun 2023, jumlah pasien yang berobat di Klinik Asih Sasama sebanyak lebih dari 16.000 pasien terlayani.

Kemudian HF Indonesia juga pernah memiliki program GiveBlood berbentuk sebuah platform donor darah yang mempertemukan dan menghubungkan para pencari donor dengan relawan pendonor darah secara langsung. Terdapat fitur-fitur dalam aplikasi ini yang memudahkan pengguna. Platform ini hadir sebagai sebuah solusi dari kesulitannya masyarakat dalam mencari donor darah, terutama untuk masyarakat dengan penyakit yang memerlukan donor darah rutin sebagai pengobatannya. Para pencari donor bahkan juga bisa mencari pendonor darah dalam radius 20 km dari lokasi pencari donor. Platform ini telah memiliki 2.900 pengguna, 2.200 di dalamnya merupakan pengguna aktif. Secara umum tercatat lebih dari 10.000 kantong labu donor darah selama program ini berjalan.

Bidang Tanggap Bencana : Signifikansi peran HF Indonesia dalam tanggap bencana di Indonesia dapat dilihat melalui berbagai misi kemanusiaan yang dilakukan dalam membantu korban bencana. Dari tahun 2015 hingga 2023, berdasarkan akumulasi laporan HF Indonesia, lebih dari 60.000 penerima manfaat. Bantuan tersebut dilakukan melalui mobilisasi relawan, logistik, dan jejaring lokal. Akumulasi bantuan tersebut membuat HF Indonesia mampu menjangkau wilayah-wilayah terdampak yang sering kali luput dari perhatian media maupun bantuan pemerintah. Kemudian pada tahun 2016 HF Indonesia berupaya memperkuat jaringan serta pengadaan aset untuk kegiatan tanggap darurat untuk menunjang upaya penanganan korban bencana alam. Tanggap bencana HF Indonesia semakin massif terlibat dalam misi-misi kemanusiaan, seperti gempa bumi, banjir bandang dan tanah longsor. Dalam misi kemanusiaan tersebut, HF Indonesia telah melibatkan 20 dokter, 16 Perawat dan lebih dari 250 relawan.

Seorang relawan bersama korban bencana gempa Cianjur pada tahun 2022

Tanggap bencana yang dilakukan HF Indonesia hadir dalam setiap tahunnya dan terus berkembang, serta gigih dalam menjalankan misi kemanusiaannya. HF Indonesia hadir melalui program Disaster relief ini, tercatat sebanyak lebih dari 18 Kabupaten yang terdampak bencana telah menerima bantuan manfaat berupa sandang dan pangan.

Bidang Ketahanan Pangan : Gerakan Ketahanan Pangan dalam program Food Security telah berjalan hingga saat ini melalui beberapa program turunan seperti pembagian sembako saat dunia menghadapi fenomena Covid-19 dan #HFBerkurban. Pada masa fenomena wabah Covid-19, HF Indonesia aktif responsif memberikan manfaat pembagian masker, hand sanitizer dan juga sembako untuk membantu mereka yang terkena dampak pelemahan ekonomi dan kekurangan akses pangan. Tercatat lebih dari 6000 paket sembako telah dibagikan di 40 lokasi di berbagai daerah di Indonesia. Sejak tahun 2018, kegiatan HF Berkurban telah menjadi salah satu program rutin hari Raya Idul Adha. Lokasi penerima manfaat yang dipilih adalah lokasi yang paling membutuhkan bantuan, yaitu daerah yang sedang maupun telah terdampak bencana, dan 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Gerakan ini merupakan kerja sama antara Humanity First USA sebagai pendonor dan HF Indonesia sebagai pelaksana.

Pembagian daging hewan kurban

#HFBerkurban juga terintegrasi dengan Disaster Relief dalam menyasar korban bencana yang kekurangan pangan, sehingga pembagian daging sapi kurban didistribusikan untuk korban bencana. Selain itu, secara keseluruhan sebanyak 16.000 kantong daging pada #HFBerkurban yang tersebar bagi penerima manfaat di 27 kabupaten di Indonesia.

Berbahagia saat pertama kali mendapatkan air bersih

Bidang Sanitasi dan Air : Humanity First Indonesia melalui program Water For Life untuk mengadakan atau melakukan perbaikan pompa air, akses MCK, dan sanitasi untuk menyediakan air minum yang bersih dan aman ke desa-desa terpencil di daerah tertinggal di Indonesia. Hal ini adalah bentuk dari HF Indonesia dalam mengurangi permasalahan minimnya fasilitas air bersih dan sanitasi lingkungan yang memadai. Selama 7 tahun program ini berjalan, sebanyak lebih dari 15 desa telah terbangun fasilitas MCK dan fasilitas pompa air bersih dengan berdampak langsung kepada 5000 penerima manfaat. Ketersediaan dan akses air bersih juga menjadi fokus HF Indonesia dalam fokus kesehatan.

Humanity First Indonesia akan selalu menjaga asa kebermanfaatan bagi masyarakat luas. Nilai kemanusian adalah bentuk luhur pengabdian kepada Yang Maha Kuasa untuk memperkuat hubungan dengan-Nya. Selama 20 tahun berdiri hingga sekarang, spirit itu akan selalu berdiri tegak dan berjalan beriringan bersama para penerima manfaat, para donatur, para relawan dan para pengurus yang berdedikasi untuk menciptakan Indonesia yang ramah, damai dan penuh kasih sayang.

Greetings Ramadhan
ARTICLE

Meraih Ketakwaan adalah Karunia Terindah di Bulan Ramadan

Seorang pria yang sedang beribadah di masjid

Ramadan adalah bulan yang istimewa bagi umat Muslim. Setelah berbulan-bulan menjalani aktivitas duniawi, Allah Ta’ala hanya meminta satu bulan untuk kita meninggalkan urusan duniawi, berpuasa, dan memperbanyak ibadah di bulan Ramadan.

Seharusnya umat Muslim bersyukur karena masih dipertemukan dengan bulan Ramadan yang mulia dan penuh berkah. Pada bulan suci ini, umat Islam memperoleh berbagai karunia Ramadan yang tak terhingga. Di bulan inilah jalinan dan hubungan spiritual kita dengan Allah Ta’ala dapat ditingkatkan. Melalui memperbanyak ibadah, kita dapat meraih karunia Ramadhan, yaitu menjadi umat yang bertakwa. Banyak karunia yang dapat diraih jika kita menjalankan ibadah di bulan ini dengan sungguh-sungguh, terutama dalam menjalankan ibadah puasa.

Puasa di bulan Ramadan merupakan keistimewaan yang diwajibkan dan menjadi ritual khusus di antara bulan-bulan lainnya. Selain sebagai bentuk ketaatan kita kepada perintah Allah, berpuasa juga merupakan bentuk pengendalian diri dan kepedulian. Selain dilarang melakukan perbuatan tercela dan diajarkan untuk bersabar menahan hawa nafsu, puasa juga mengajarkan kepedulian dan empati terhadap sesama. Oleh karena itu, di bulan Ramadan kita dianjurkan untuk memperbanyak amal baik.

Ibadah puasa adalah ibadah multidimensional yang meliputi aspek moral, sosial, dan spiritual. Puasa tidak hanya membentuk pribadi yang saleh secara personal, tetapi juga saleh secara sosial. Ada dua semangat dalam berpuasa: pertama, semangat mendidik diri agar meraih ketakwaan; kedua, semangat mengembangkan kebaikan sosial. Semangat kedua ini menjadi modal dan dasar dari ketakwaan. Oleh karena itu, berpuasa di bulan Ramadan merupakan upaya membentuk kehidupan yang tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga sebagai ritual kemanusiaan agar tercapai ketakwaan. Ketakwaan adalah karunia Ramadan yang paling utama. Maka dari itu, di bulan Ramadan kita harus berusaha menjalankan amalan ibadah dan amal baik, bahkan berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan.

Humanity First Indonesia mengajak Sobat Kemanusiaan untuk bersama-sama mengejar karunia Ramadan. Selain memperbanyak ibadah dan menjalankannya dengan sungguh-sungguh, Humanity First mengajak Sobat Kemanusiaan untuk melakukan amal baik melalui program-programnya. Salah satunya adalah program menyantuni anak yatim piatu di bulan Ramadan. Bulan ini, Humanity First memfokuskan perhatian untuk membangun kepedulian terhadap anak-anak yatim di Panti Asuhan Hasanah Kautsar.

Kurma (Karunia Ramadan)

Melalui program khusus Ramadan, yaitu “Kurma” (Karunia Ramadan), Sobat Kemanusiaan diajak untuk melakukan amal saleh terhadap sesama agar dapat meraih karunia Ramadan, yaitu ketakwaan.

Dengan beribadah dan berbagi kebaikan, semoga kita semua dapat meraih karunia Ramadan yang paling utama: menjadi insan yang bertakwa. Mari manfaatkan bulan suci ini sebagai momentum mempererat hubungan dengan Allah dan memperluas kepedulian terhadap sesama.

Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga kita semua dimampukan untuk meraih berkah dan ketakwaan di bulan Ramadan ini.

featured img
ARTICLE

Jadilah Sumber Kedamaian, Kasih Sayang, & Kemanusiaan di Ramadan Ini

Ramadan kembali hadir, membawa serta cahaya keberkahan dan kesempatan bagi setiap insan untuk memperbaiki diri. Bulan di mana setiap Muslim diajak untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, bukan hanya melalui ibadah, tetapi juga melalui semangat pengorbanan dan kebaikan kepada sesama. Saat Ramadan tiba, kita tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih diri untuk lebih sabar, lebih ikhlas, dan lebih peduli terhadap orang lain.

Tangan relawan yang sedang memberi hadiah kecil

Pengorbanan dalam Ramadan juga berarti menyisihkan sebagian dari apa yang kita miliki untuk mereka yang lebih membutuhkan. Saat berbuka puasa dengan hidangan yang cukup, ada banyak orang di luar sana yang mungkin hanya memiliki sepotong roti atau bahkan harus menahan lapar lebih lama. Ramadan mengajarkan kepedulian, mengajak setiap muslim untuk berbagi, baik dalam bentuk makanan, sedekah, atau bahkan sekadar kebaikan kecil yang bisa meringankan beban orang lain.  

Inilah bulan di mana tangan yang memberi akan selalu lebih mulia daripada tangan yang menerima

 

Namun, Ramadan bukan hanya tentang pengorbanan, tetapi juga tentang menebar kebaikan dalam bentuk yang paling sederhana sekalipun. Setiap langkah kecil menuju perbuatan baik memiliki nilai yang berlipat ganda. Sebuah senyuman tulus, kata-kata yang menenangkan, atau sekadar membantu seseorang dalam kesulitannya, semua itu menjadi amal yang tidak ternilai. Ini adalah bulan di mana setiap orang diajak untuk menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri, untuk lebih sabar, lebih penyayang, dan lebih ikhlas dalam berbuat baik tanpa mengharapkan balasan apa pun selain ridha-Nya. 

Suka cita dalam bersilaturahmi.

Ramadan juga menjadi kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan sesama. Sering kali, dalam kesibukan sehari-hari, kita lupa untuk menjaga silaturahmi, lupa untuk meminta maaf atau memaafkan, dan lupa untuk menunjukkan rasa sayang kepada keluarga dan teman. Di bulan yang penuh rahmat ini, kita diajak untuk membuka hati, untuk memperbaiki hubungan yang renggang, dan untuk menebarkan kedamaian di sekitar kita.  

Karena menjadi sumber kedamaian tidak selalu berarti melakukan hal besar—kadang, cukup dengan memberikan maaf, memahami tanpa menghakimi, dan menghadirkan ketulusan dalam setiap pertemuan.

 

Lebih dari itu, Ramadan adalah saat yang tepat untuk membentuk kebiasaan baik yang dapat kita lanjutkan di bulan-bulan berikutnya. Kebaikan yang kita lakukan selama Ramadan seharusnya tidak berhenti begitu saja saat bulan ini berakhir. Justru, ini adalah awal dari perjalanan menuju kehidupan yang lebih baik—kehidupan yang lebih penuh dengan empati, kepedulian, dan keikhlasan dalam berbagi.   Karena sejatinya, makna Ramadan tidak hanya terletak pada ibadah ritual semata, tetapi juga pada bagaimana kita menjadikannya sebagai titik awal untuk menjadi manusia yang lebih peduli, lebih lembut hatinya, dan lebih mampu menghadirkan kebaikan di dunia.

Maka, sambutlah Ramadan dengan hati yang lapang dan semangat yang menyala. Jadikan bulan suci ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, menebarkan kebaikan, dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Karena pada akhirnya, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi tentang bagaimana kita menjadi manusia yang lebih baik—

Jadilah manusia yang membawa kedamaian, kasih sayang, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap langkah kehidupan.

 

featured_
ARTICLE

Menapaki Dua Dekade Perjalanan Kemanusiaan: Kisah Humanity First Indonesia

“Walaupun upaya kami ini masih skala kecil, HF berupaya selalu hadir dalam segala kepentingan kemanusiaan di negeri ini, Indonesia tercinta.” ~ Kandali A. Lubis (Chairman HF Indonesia)

 

Di tahun 2025, Humanity First Indonesia merayakan dua dekade perjalanan yang luar biasa dalam misi kemanusiaan. Selama 20 tahun ini, HF Indonesia tidak hanya hadir sebagai organisasi, tetapi juga sebagai wadah untuk menebar semangat kemanusiaan yang melintasi batas waktu dan tempat. Sejak pertama kali berdiri, HF Indonesia memiliki visi untuk memberikan bantuan kemanusiaan untuk mereka yang terkena dampak bencana alam dan melakukan operasi bantuan darurat melalui bantuan medis, tempat berlindung, air, makanan, pakaian, dan sanitasi untuk masyarakat yang terkena dampak bencana. Hal ini juga mengimplementasikan proyek jangka pendek dan panjang untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Organisasi ini berkomitmen untuk merespons tantangan global maupun lokal melalui berbagai program yang memberdayakan komunitas yang membutuhkan.

Relawan Pertama HF Indonesia pada saat Tsunami Aceh.

Perjalanan HF Indonesia dimulai sejak tsunami memporak-porandakan Aceh pada tahun 2004 yang menewaskan lebih dari 200,000 orang. Sejak itu, Humanity First Indonesia telah memberikan kontribusi dalam aksi kemanusiaan di penjuru negeri. Salah satu tonggak penting adalah keberhasilan HF Indonesia dalam memberikan bantuan tanggap darurat bencana, dari bantuan medis hingga logistik dan psikososial, kepada korban bencana alam di berbagai wilayah Indonesia. Melalui kehadiran para relawan dan sobat kemanusiaan, HF Indonesia berhasil memberikan harapan baru di tengah kesulitan, seperti yang terlihat dalam bantuan yang diberikan pasca-gempa, tsunami, maupun bencana alam lainnya yang melanda tanah air.

Selain tanggap darurat bencana (Disaster Relief), HF Indonesia juga memperkenalkan berbagai program yang menjangkau sektor pendidikan dan kesejahteraan anak-anak yang kurang beruntung. Program ini disebut Knowledge for Life, yang bertujuan memberikan akses pendidikan kepada anak-anak yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan untuk belajar. Inisiatif dalam program ini adalah pendirian Rumah Baca di Keta, Maluku Utara dan yang sampai saat ini masih bertahan Rumah Belajar di Namorambe, Sumatera Utara yang memberikan ruang bagi anak-anak di daerah terpencil untuk mengakses pendidikan dengan kualitas yang lebih baik. Selain itu, HF Indonesia juga berkomitmen membantu anak-anak yang kehilangan orang tua atau kurang beruntung melalui program Orphan Care, memberikan perhatian khusus pada kebutuhan dasar mereka serta mendukung mereka untuk memperoleh pendidikan yang layak. Jika dulu hanya dimulai dengan sebuah program-program seperti memberikan Kegiatan Belajar Mengajar dan Kakak Asuh di beberapa panti asuhan, kini HF Indonesia pada tahun 2023 bisa memberikan sebuah rumah yang nyaman dan aman bagi anak-anak yang membutuhkan. HF Indonesia memiliki sebuah Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang bernama Hasanah Kautsar dan berlokasi di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Anak-anak asuh di LKSA Hasanah Kautsar sedang mengikuti program Kakak Asuh.

Program-program kemanusiaan yang dilaksanakan oleh HF Indonesia mencakup berbagai inisiatif yang saling mendukung untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya adalah program Global Health, yang memberikan akses layanan kesehatan di daerah-daerah yang membutuhkan. HF Indonesia telah mengelola Klinik Asih Sasama di Gunung Kidul, Yogyakarta, yang saat ini sedang dalam proses pemindahan ke lahan Rumah Sakit, dengan rencana untuk mengembangkan klinik tersebut menjadi sebuah rumah sakit. Selain itu, ada program Gift of Sight yang bertujuan membantu mereka yang mengalami gangguan penglihatan. HF Indonesia telah menyediakan kacamata dan melakukan pemeriksaan gratis di berbagai daerah, serta bekerja sama dengan berbagai pihak untuk melaksanakan operasi katarak.

Klinik Asih Sasama.

HF Indonesia juga memiliki program Water for Life, yang menyediakan akses air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekurangan air. Melalui program ini, HF Indonesia telah melakukan pengeboran air dan pembangunan toilet bersih di berbagai wilayah, mulai dari Pulau Jawa hingga Palu, Suawesi Tengah, di beberapa desa di NTT, dan daerah lainnya. Tak kalah penting, program Food Security hadir untuk meningkatkan ketahanan pangan dengan melakukan distribusi makanan dan program kurban bagi mereka yang membutuhkan. Semua program ini tidak hanya memberikan bantuan praktis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai solidaritas, yang mendorong masyarakat untuk bersatu dalam mengatasi kesulitan.

Seorang warga NTT berbahagia menikmati air bersih.

Dua dekade yang telah berlalu bukan hanya perjalanan panjang, tetapi juga bukti nyata dari kekuatan kolaborasi antara HF Indonesia, para relawan, dan masyarakat luas yang tergabung dalam semangat kemanusiaan. Kisah-kisah inspiratif dari para relawan yang terlibat, serta testimoni dari penerima manfaat yang merasakan perubahan signifikan dalam hidup mereka, menjadi bukti bahwa setiap langkah kecil yang diambil dapat membawa dampak besar. Keberhasilan ini tidak hanya tercapai berkat kontribusi HF Indonesia, tetapi juga berkat dukungan banyak pihak yang bersama-sama bergerak untuk menciptakan perubahan.

Relawan yang sedang membantu lansia.

Melihat ke depan, HF Indonesia tetap berkomitmen untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar kepada masyarakat. Dengan memanfaatkan teknologi dan jaringan kemanusiaan yang lebih luas, HF Indonesia ingin memperluas jangkauan bantuan dan mengoptimalkan dampaknya bagi generasi masa depan. Semangat kemanusiaan yang telah tertanam selama dua dekade ini akan terus menginspirasi langkah-langkah selanjutnya, mengajak lebih banyak generasi muda untuk berperan serta dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, demi menciptakan dunia yang lebih baik.

Dua dekade telah berlalu, namun semangat kemanusiaan yang diusung oleh HF Indonesia akan tetap hidup dan berkembang. Perjalanan ini hanya awal dari langkah besar yang akan terus dilanjutkan untuk masa depan yang lebih baik, di mana setiap insan dapat merasakan kebahagiaan dan kesejahteraan tanpa terkecuali. Dengan tekad dan semangat yang tak pernah padam, HF Indonesia akan terus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan cita-cita kemanusiaan di Indonesia dan dunia.

Perjalanan dua dekade ini bukan hanya tentang mengirimkan bantuan, tetapi juga tentang membangun koneksi manusia, mempererat solidaritas, dan menanamkan rasa empati yang mendalam. HF Indonesia bukan hanya memberikan bantuan, tetapi juga mengajak setiap orang untuk berperan dalam menciptakan perubahan yang lebih baik, untuk Indonesia yang lebih kuat dan sejahtera.

Rekawan bercengkrama bersama seorang anak kecil.

Selanjutnya, HF berkomitmen untuk terus melakukan aksi kemanusiaanya untuk Indonesia. Melalui Spirit Serving Mandkind. Melayani adalah jiwa dari organisasi ini, kekuatan relawan adalah kekuatan dari organisasi ini. Indonesia adalah semangat kami untuk terus melayani kemanusiaan. Oleh karena itu, di tahun 2025 – 2030 menjadi semangat kami mengabdi dan melayani untuk Indonesia melalui tema, “20 Tahun untuk Indonesia.”

thumbnail website dtc
ARTICLEDISASTER RELIEF

Menghadapi Bencana dengan Siaga: Kenapa Pelatihan Kebencanaan Itu Penting?

Ilustrasi Cincin Api Pasifik (Foto: National Geographic) 

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan risiko bencana tertinggi di dunia. Terletak di Cincin Api Pasifik, Indonesia rentan terhadap berbagai bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, hingga banjir dan tanah longsor. Kondisi geografis ini, ditambah dengan perubahan iklim yang semakin nyata, membuat pelatihan kebencanaan menjadi sangat penting bagi masyarakat.

Bencana sering kali datang tanpa peringatan. Pengetahuan dan keterampilan dasar untuk menghadapi situasi darurat dapat menjadi penyelamat nyawa. Sayangnya, kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya kesiapsiagaan masih tergolong rendah. Banyak yang belum memahami bagaimana bertindak dengan cepat dan tepat ketika bencana terjadi, sehingga kerugian jiwa dan materi sering kali tidak dapat diminimalkan.
Pelatihan kebencanaan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang potensi risiko di daerah mereka, langkah-langkah mitigasi, serta cara merespons situasi darurat. Misalnya, pelatihan evakuasi saat gempa atau teknik pertolongan pertama dapat membantu individu bertahan dalam situasi kritis. Mengikuti pelatihan kebencanaan tidak hanya menjadi kewajiban moral tetapi juga investasi masa depan. Dengan memiliki masyarakat yang sadar risiko dan terlatih, Indonesia dapat mengurangi angka korban jiwa serta kerugian materi akibat bencana.

Melalui pelatihan kebencanaan, kita dapat membangun masyarakat yang tangguh bencana. Edukasi dan simulasi rutin yang melibatkan semua masyarakat akan menciptakan lingkungan yang lebih siap menghadapi ancaman bencana di masa depan.

Kesadaran dan kesiapsiagaan adalah langkah pertama untuk menciptakan Indonesia yang lebih aman. Humanity First Indonesia telah lama berkomitmen untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Melalui berbagai program pelatihan dan kegiatan edukasi, HF berusaha memperkuat kapasitas individu dan komunitas agar lebih tanggap dan siap dalam situasi darurat. Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah pelatihan kebencanaan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan serta keterampilan dalam menghadapi bencana alam.

Pelatihan Kebencanaan Daring 2022

Pada tahun 2022, di tengah pandemi COVID-19 yang masih membatasi pergerakan fisik, HF berhasil melaksanakan pelatihan kebencanaan secara daring. Meskipun dibatasi oleh jarak dan teknologi, pelatihan ini tetap berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari peserta. Dalam pelatihan daring tersebut, berbagai topik penting seperti manajemen bencana, respon tanggap darurat, hingga peran relawan itu sendiri disampaikan dengan cara yang interaktif dan mudah diakses. Meskipun dalam format online, semangat dan komitmen HF untuk memberikan pelatihan yang berkualitas tetap terasa kuat.

Kini, di tahun 2024, Humanity First Indonesia berencana untuk mengadakan pelatihan kebencanaan kembali, namun dengan format yang lebih memungkinkan interaksi langsung: secara offline. Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan perkembangan situasi dan pentingnya pengalaman praktis yang lebih nyata dalam menghadapi skenario bencana. Pelatihan offline ini dirancang untuk memberikan simulasi yang lebih mendalam, memungkinkan peserta untuk berlatih secara langsung dengan alat-alat kebencanaan dan berinteraksi langsung dengan para ahli di lapangan.

Dengan semangat yang sama, HF berharap dapat memperluas jangkauan pelatihan ini dan melibatkan lebih banyak individu serta komunitas di seluruh Indonesia, sehingga bersama-sama mengambil peran aktif dalam upaya ini demi melindungi diri, keluarga, dan komunitas dari ancaman bencana yang tidak dapat dihindari. Jadilah bagian dari solusi—ikuti pelatihan kebencanaan sekarang!