Category: PRESS RELEASE

WhatsApp Image 2026-08-26 at 12.29.26
DISASTER RELIEFPRESS RELEASE

Di Tengah Duka Gempa NTT, Humanity First Indonesia Terus Hadir bagi Warga Terdampak

NUSA TENGGARA TIMUR — Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026 meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat terdampak. Dalam hitungan detik, guncangan gempa memaksa ribuan warga meninggalkan rumah dan mencari tempat yang lebih aman.

Bagi sebagian masyarakat, rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung kini tidak lagi dapat ditempati. Bahkan bagi warga yang rumahnya masih berdiri dan tampak baik, rasa aman belum sepenuhnya kembali. Gempa susulan yang masih terjadi setiap hari membuat sebagian warga memilih tetap tinggal di tenda karena khawatir kembali ke rumah.

Berdasarkan data terkini, sebanyak 100 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut. Sebanyak 1.298 orang mengalami luka-luka, dengan 336 orang di antaranya mengalami luka berat. Sementara itu, 150.576 warga terpaksa mengungsi akibat kerusakan rumah dan masih tingginya intensitas gempa susulan.

Posko Pengungsian

Di sejumlah wilayah, masyarakat membangun posko-posko pengungsian sederhana, termasuk hingga tingkat dusun. Dalam kondisi terbatas, mereka harus memenuhi kebutuhan sehari-hari sembari menghadapi ketakutan yang belum berakhir.

Bantuan yang paling dibutuhkan masyarakat di sana adalah kebutuhan bahan pokok. Masih banyak yang belum mendapat bantuan karena akses yang belum 100 persen pulih, sehingga bantuan belum merata. Tidak hanya sembako, tetapi juga kebutuhan kesehatan dan yang tidak kalah penting adalah bantuan psikologis untuk mereka. Sampai saat ini gempa masih terjadi setiap hari dan masih menghantui warga, sehingga mereka harus tinggal di tenda, walaupun ada warga yang rumahnya masih bagus” ujar Agil Cahyo Manembah, salah satu staf program Humanity First Indonesia.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Humanity First Indonesia. Sejak gempa terjadi, Humanity First Indonesia berkoordinasi dengan relawan lokal, memantau perkembangan situasi, serta melakukan assessment untuk mengetahui kebutuhan masyarakat secara langsung.

Hasil assessment menunjukkan bahwa banyak warga terdampak berada di posko-posko pengungsian kecil yang tersebar hingga tingkat dusun. Kondisi tersebut membuat penyaluran bantuan perlu dilakukan secara langsung agar dapat menjangkau masyarakat yang belum memperoleh bantuan secara merata.

Berdasarkan kebutuhan di lapangan, Humanity First Indonesia memfokuskan respons tahap awal pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Dalam beberapa hari terakhir, tim dan relawan telah bergerak menuju sejumlah wilayah terdampak, di antaranya Posko Golosalonto, Desa Itejaya, Kecamatan Riung, serta Dusun Goloite, Desa Itejaya, Kecamatan Riung. Respons kemanusiaan kemudian terus dilanjutkan menuju wilayah Nagekeo.

Perjalanan menuju lokasi membutuhkan waktu sekitar lima hingga enam jam. Sebanyak 15 relawan terlibat dalam respons tersebut, dengan Humanity First Indonesia berkolaborasi bersama komunitas lokal Komunitas Bolonga Boys untuk membantu menjangkau masyarakat di wilayah terdampak.

Dengan total penerima manfaat saat ini 113 kepala keluarga di desa Goloite dan 46 kepala keluarga di desa Nagekeo. Bantuan yang disalurkan meliputi beras, susu, air mineral, mi instan, telur, Energen, sayur-sayuran, sabun mandi, sabun cuci, popok bayi, perlengkapan perempuan, serta pakaian layak pakai.

Warga Kec. Riung yang mendapatkan bantuan logistik

Bagi masyarakat yang sedang bertahan di pengungsian, bantuan tersebut bukan sekadar kebutuhan logistik. Kehadiran bantuan menjadi bentuk dukungan bagi keluarga-keluarga yang tengah berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih.

Bagi Agil, kehadiran bantuan memiliki arti yang jauh lebih besar bagi masyarakat yang berada jauh dari pusat kota dan masih menghadapi keterbatasan akses.

Makna kehadiran Humanity First atau bantuan apa pun dari mana saja bagi mereka adalah sebuah nyawa. Mereka merasa berada di sebuah pulau kecil di wilayah timur yang jauh dari kota besar. Bantuan sekecil apa pun bagi mereka sangat berarti. Mereka merasa memiliki keluarga jauh, orang yang peduli terhadap mereka, walaupun berada di tempat yang jauh, ungkapnya.

Hingga saat ini, bantuan Humanity First Indonesia telah menjangkau tiga wilayah dan tiga titik posko pengungsian, dengan total bantuan sebanyak Rp. 9.009.304,-.

Namun, respons kemanusiaan ini belum berakhir. Masih terdapat wilayah yang membutuhkan bantuan dan masyarakat yang belum terjangkau secara merata karena keterbatasan akses.

Humanity First Indonesia berkomitmen untuk terus menyisir wilayah-wilayah terdampak dan mengidentifikasi lokasi yang masih membutuhkan bantuan, khususnya masyarakat yang belum atau masih minim mendapatkan dukungan.

Kita akan terus menyisir lokasi yang memang membutuhkan dan kurang mendapat bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana. Tetapi tentu kami membutuhkan bantuan dana dari para donatur untuk mendukung aksi kemanusiaan ini,ujar Agil.

Bagi masyarakat terdampak, proses pemulihan tidak berhenti ketika guncangan utama berakhir. Ketika gempa susulan masih terjadi, rasa takut masih menyelimuti, dan rumah belum sepenuhnya menjadi tempat yang aman untuk kembali, perjuangan untuk bangkit masih panjang.

Karena itu, dukungan kemanusiaan masih sangat dibutuhkan, bukan hanya dalam bentuk bahan pokok, tetapi juga kebutuhan kesehatan dan dukungan psikologis bagi masyarakat yang terus hidup dalam ketakutan akibat gempa susulan.

Humanity First Indonesia akan terus melanjutkan respons kemanusiaan bersama relawan dan komunitas lokal untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Sebab bagi mereka yang berada jauh dari pusat kota dan memiliki akses bantuan yang masih terbatas, sebuah bantuan kecil dapat memiliki arti yang begitu besar: sebuah tanda bahwa mereka tidak dilupakan, bahwa masih ada yang peduli, dan bahwa mereka tidak harus menghadapi masa sulit ini sendirian.

WhatsApp Image 2026-07-16 at 08.28.04
GLOBAL HEALTHKNOWLEDGE FOR LIFEORPHAN CAREPRESS RELEASE

Gerakan Sedekah Kemanusiaan “Berkat”: Menghadirkan Harapan Melalui Setiap Kebaikan

Gerakan Sedekah untuk Kemanusiaan

Setiap kebaikan yang ditunaikan melalui sedekah tidak hanya menghadirkan bantuan, namun melahirkan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan. Karena dibalik setiap kebaikan selalu memiliki cerita.

Ada senyum yang kembali merekah, harapan yang kembali menyala dan mimpi yang kembali mereka rajut untuk diwujudkan. Ada keluarga yang kembali memiliki harapan, anak-anak yang dapat melanjutkan pendidikan serta masyarakat yang mampu bangkit dari berbagai keterbatasan.

Humanity First Indonesia menghadirkan sebuah Gerakan Sedekah Kemanusiaan bertemakan “Berkat: Buah Cerita Penerima Manfaat”, sebuah gerakan yang mengangkat kisah nyata sebagai bukti bahwa kepedulian mampu menghadirkan perubahan.

Melalui gerakan ini, bersama sobat kemanusiaan dapat melihat secara nyata bagaimana sedekah menjadi jalan hadirnya keberkahan bagi banyak kehidupan. Keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari banyaknya bantuan yang tersalurkan, tetapi dari perubahan nyata yang dirasakan oleh mereka yang menerima manfaat.

Berbagai kisah inspiratif dari para penerima manfaat dihadirkan sebagai pengingat bahwa inti dari aksi kemanusiaan adalah menghadirkan manfaat bagi sesama manusia.

Mereka bukan hanya sosok yang menerima bantuan, namun mereka juga saksi hidup bahwa sedekah memiliki kekuatan untuk mengubah keadaan. Dari perjuangan memenuhi kebutuhan sehari-hari, memperoleh akses pendidikan, hingga kembali memiliki harapan untuk bangkit dari keterbatasan. Setiap kisah dari mereka menjadi refleksi nyata dari manfaat yang lahir berkat kepedulian sobat kemanusiaan.

“Berkat: Buah Cerita Penerima Manfaat” ingin mengajak sobat kemanusiaan melihat sedekah dari sudut pandang yang lebih dekat dan lebih bermakna. Sobat kemanusiaan telah menjadi bagian dari rantai kebaikan yang tidak pernah terputus.

Tidak hanya sekadar tentang angka atau jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi tentang kehidupan yang tersentuh, keluarga yang kembali tersenyum dan masa depan mereka yang perlahan dibangun kembali melalui uluran tangan sobat kemanusiaan.

Lebih dari sekadar menyampaikan cerita, Gerakan Sedekah Kemanusiaan juga membawa pesan-pesan mengenai keutamaan sedekah. Setiap donasi yang diberikan merupakan wujud kepedulian yang tidak hanya meringankan beban sesama, namun juga memperkuat nilai-nilai empati, solidaritas, dan gotong royong.

Setiap sedekah, sekecil apa pun, memiliki dampak besar dalam membantu mereka yang sedang menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Ketika satu tangan memilih untuk berbagi, akan lahir lebih banyak harapan yang menyala dan lebih banyak kehidupan yang berubah.

Melalui langkah kecil yang dilakukan bersama, kebaikan akan terus bertumbuh menjadi berkah yang dirasakan oleh semakin banyak orang. Sebab, ketika kepedulian dipertemukan dengan aksi nyata, lahirlah cerita-cerita kemanusiaan yang akan terus hidup dan menginspirasi.

Dibalik setiap uluran tangan sobat kemanusiaan, selalu ada cerita tentang harapan yang hidup kembali, masa depan yang mulai dibangun dan kemanusiaan yang terus tumbuh. Bersama Sobat Kemanusiaan, Gerakan Sedekah Kemanusiaan akan terus menghadirkan lebih banyak kisah, lebih banyak harapan dan lebih banyak keberkahan bagi sesama.

Setiap sedekah dari sobat kemanusiaan menanamkan harapan bagi kehidupan mereka yang lebih baik di masa depan.

IMG_20260125_165508
DISASTER RELIEFPRESS RELEASE

Humanity First Fokuskan Program Tanggap Darurat Fase II pada Pemulihan Pendidikan Anak

Di tengah proses pemulihan pasca bencana, anak-anak menjadi kelompok yang membutuhkan perhatian berkelanjutan, khususnya dalam menjaga keberlangsungan pendidikan mereka. Menyadari hal tersebut, HF melalui Program Tanggap Darurat Fase II memfokuskan intervensi pada pemulihan pendidikan anak-anak terdampak bencana di Aceh Tamiang. Selama seminggu Tim HF telah hadir di Aceh Tamiang untuk assesment dan mempersiapkan program bantuan ini.

Program ini dilaksanakan melalui penyaluran bantuan alat tulis dan perlengkapan sekolah sebagai bagian dari upaya mendukung anak-anak agar dapat kembali mengikuti aktivitas belajar dengan lebih baik. HF memandang bahwa pemulihan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan darurat, tetapi juga mencakup penguatan kembali rutinitas, rasa aman, dan semangat belajar anak pasca bencana.

Bantuan perlengkapan sekolah untuk anak-anak di Aceh Tamiang.

Di Aceh Tamiang, bantuan perlengkapan sekolah menjadi langkah konkret untuk membantu anak-anak kembali ke ruang belajar dengan kesiapan yang lebih layak, sekaligus meringankan beban keluarga terdampak. Buku, alat tulis, dan perlengkapan sekolah diharapkan dapat menjadi sarana pendukung agar anak-anak tidak tertinggal dalam proses pendidikan mereka.

Adapun bantuan perlengkapan sekolah yang disalurkan terdiri dari 550 tas sekolah, 5.500 buku tulis, 1.650 pensil, 550 pulpen, 550 penghapus, dan 550 penggaris. Selain itu, HF juga menyalurkan alat peraga pembelajaran Bahasa Inggris dan Matematika sebanyak 15 set, 2 unit globe, 2 atlas, 2 papan tulis besar, 24 spidol papan tulis, serta 12 penghapus papan tulis untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Pelaksanaan program ini merupakan hasil kolaborasi HF bersama para donatur Sobat Kemanusiaan yang terus memberikan dukungan dalam proses pemulihan pasca bencana. Partisipasi masyarakat menjadi elemen penting dalam memperkuat upaya pemulihan yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya bagi kelompok anak.

Melalui Program Tanggap Darurat Fase II ini, HF berharap dapat berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak terdampak bencana serta mendukung proses pemulihan sosial yang lebih menyeluruh.

HF mengajak masyarakat untuk terus mengambil bagian dalam ikhtiar kemanusiaan ini, agar anak-anak tetap memiliki ruang untuk belajar, tumbuh, dan menatap masa depan dengan harapan.

gos 2
GIFT OF SIGHTPRESS RELEASE

Hadiah Penglihatan Bakti untuk Orang Tua, Wujudkan Solidaritas Kemanusiaan Internasional

Permasalahan sosial kemanusiaan tidak dapat terselesaikan jika kita hanya bergerak sendirian. Perlunya persatuan dan solidaritas bersama untuk menyelesaikan permasalahan sosial dan kemanusiaan baik nasional dan internasional.

Seperti permasalahan kesehatan mata yang menyebabkan kebutaan pada lansia atau pun orang muda. Lansia merupakan masyarakat rentan yang banyak sekali mereka hidup sendiri di masa tua yang ditinggal oleh keluarganya karena berbagai faktor. Mereka hidup tanpa adanya sanak saudara yang dapat meringankan kondisi mereka. Faktor umur sangat berpengaruh pada kemampuan dan kualitas panca indera, semakin tua umur seseorang maka indera mereka cenderung akan menurun dibanding usia muda. Resiko penurunan kemampuan indera, salah satunya penglihatan, apabila tidak segera ditindaklanjuti maka akan menyebabkan gangguan sementara maupun permanen.

Sudah sewajarnya kita sebagai sesama manusia untuk memberikan uluran tangan kepada para lansia sebagai bentuk soladaritas kemanusiaan.

Hadiah Penglihatan Bakti untuk Orang Tua, Wujudkan Solidaritas Kemanusiaan Internasional

Hal ini seiring dengan program PBB (Perserikatan Bangsa – Bangsa) yang mendorong aksi Solidaritas Kemanusiaan yang diperingati setiap tangal 20 Desember.

Solidaritas Kemanusiaan Internasional bertujuan membangun inisiatif global dalam mengurangi masalah kemiskinan, kesehatan dunia dan permasalahan global lainnya yang masuk dalam SDGs (Sustainable Development Goals). Sekaligus membangun persatuan atas keberagaman melalui solidaritas dalam kemanusiaan.

Humanity First Indonesia dalam program jangka panjangnya berkomitment untuk mengentaskan permasalahan yang terdapat dalam SDGs yang ditetapkan oleh PBB. Salah satunya melalui Program Gift of Sight (Hadiah Penglihatan). Program ini berupa pemeriksaan mata, pemberian kacamata dan operasi karatak dengan menyelenggarakan bakti sosial.

Event Gift of Sight kali ini dilaksanakan tepat hari ini, 15 Desember 2024 di kota Semarang. Peserta lansia yang akan mendapatkan pemeriksaan dan kacamata gratis berasal dari perkumpulan sosial Rasadharma Boen Hian Tong. Kegiatan ini bekerjasama dengan organisasi Pelita, Rasadharma dan organisasi lainnya yang memiliki keprihatinan terhadap permasalahan penglihatan di masyarakat.


Yuk berikan hadiah terbaik untuk orang tua💙⬇
https://humanityfirst.id/campaign/hadiahpenglihatan

Screen Shot 2023-06-29 at 16.20.08
PRESS RELEASE

HFBerkurban 2023: Distribusi Hewan Kurban di Lokasi Membutuhkan

Perayaan Iduladha merupakan salah satu hari raya besar Islam yang dirayakan oleh umat muslim di seluruh dunia. Begitu pula di wilayah Indonesia yang mayoritas warganya beragama Islam. Perayaan Iduladha biasanya diiringi dengan pemotongan hewan kurban sebagai gambaran pengorbanan spiritual yang dilakukan seorang hamba untuk Tuhan-nya yang dilakukan  oleh Nabi  Ibrahim  sebagai  ganti  pengorbanan  yang  dilakukan  oleh  anaknya, Nabi Ismail. Biasanya, perayaan Iduladha di Indonesia dijadikan momen untuk saling berbagi daging kurban satu sama lain dan ini menjadi momen seorang muslim untuk berlomba-lomba berbuat kebaikan dalam hal pengorbanan.

Begitu juga dengan Humanity First Indonesia yang tidak mau terlewat untuk berkontribusi dalam merayakan hari raya besar Islam ini. Seperti tahun sebelumnya, Humanity First Indonesia, HFUSA (Amerika Serikat), HFAUS (Australia) dan shohibul qurban di Indonesia yang mempercayakan hewan kurbannya ke Humanity First Indonesia untuk didistribusikan ke lokasi-lokasi yang membutuhkan.  Melalui program #HFBerkurban, tahun ini HF akan melakukan pembagian hewan kurban di lokasi-lokasi program HF yang sedang berjalan. Seperti di Timor Tengah Selatan, provinsi NTT, yang juga adalah lokasi penerima manfaat air bersih program Water For Life HF. Di lokasi ini, wilayah tergologn berpenghasilan rendah dan banyak anak-anak yang terkena stunting. Kemudian lokasi lainnya adalah lokasi yang terdampak bencana dan lokasi yang membutuhkan. Seperti Papua (Sorong), Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat (Cianjur),  Kawalu (Panti Asuhan), Balaighana (Kalimantan Barat), Kampung Anam (Kalbar), Alor (NTT),  dan DKI Jakarta (Kantor HF). Tahun ini, kami menyalurkan 11 Sapi dan 2 kambing ke wilayah-wilayah tersebut.

Program HF Berkurban merupakan program tahunan Humanity First Indonesia bersama HFUSA (Amerika Serikat) dan HFAUS (Australia) yang telah berjalan sejak tahun 2018.  Tujuan program HF berkurban adalah memberikan kebahagiaan dalam memeriahkan hari raya Iduladha kepada para korban bencana, dhuafa, yatim piatu, dan orang-orang yang membutuhkan di wilayah tersebut yang tidak mempunyai hewan kurban.

Kami berdoa semoga Shohibul Qurban yang mengorbankan hewan kurbannya diterima amal baiknya. Amin.

Screen Shot 2023-04-07 at 13.27.04
PRESS RELEASE

Ramadan Bulan Kemanusiaan, Bulan kebaikan untuk Berbagi

Ramadan adalah bulan cinta kasih terhadap sesama. Hal ini harus mampu dimaknai dengan saksama bahwa, bulan Ramadan adalah bulan yang suci, bulan kemanusiaan dan bulan kebaikan.  Di bulan inilah, orang – orang muslim dianjurkan untuk berlomba – lomba dalam melakukan kebaikan terhadap sesama.

Dalam agama Islam, kemanusiaan menjadi hal yang sangat mulia, bahkan entitas manusia adalah makhluk paling sempurna di muka bumi ini. Dampak dari semakin tingginya tingkat ketakwaan/keimanan seseorang, maka semakin tinggi pula rasa kemanusiaannya. Puasa mendidik manusia memiliki karakter cinta, lembut, dan kasih sayang yang mana menjadikan seorang insan halus budinya, juga bersih jiwanya.

Ramadan sebagai momentum untuk memupuk nilai kemanusiaan yang dapat kita jalankan dengan penuh rasa kemanusiaan serta kelapangan hati dan pikiran dalam memahami perintah Allah Swt. dan anjuran Rasulullah saw.  sehingga amarah, kebencian, dan kekerasan lenyap “terbakar” di bulan ini. Umat beragama harus kembali menjadi manusia autentik yang budi pekerti. Kesalehan spiritual yang berlipat ganda harus ditransformasikan menjadi kesalehan sosial yang berpihak pada cinta kasih kemanusiaan.

Humanity First Indonesia dan DKM Al-Hidayah bersama pengurus RT, RW dan Kelurahan Petojo Utara bermaksud melaksanakan acara buka puasa bersama serta melaksanakan rangkaian kegiatan kemanusiaan sebagai refleksi kebaikan pada bulan Ramadan.

Kegiatan kemanusiaan yang akan dilakukan adalah Pembagian Sembako dengan jumlah 300 buah, Talkshow “Ngobrol Sehat”, pembagian makanan buka puasa kepada para ojol dalam program Ojol Food Stop, hingga Bazar Murah.

Ngobrol Sehat merupakan program edukasi kesehatan milik HF Indonesia yang rutin dilakukan setiap bulannya melalui akun instagram HF Indonesia. Namun, Acara Ngobrol Sehat episode kali ini, merupakan acara spesial untuk Humanity First Indonesia, karena dilakukan secara offline, sehingga acara menjadi lebih menarik dan interaktif.  Bertemakan “Sehat dan Berkah di Bulan Ramadan”, dengan narasumber ahli, yaitu dokter spesialis penyakit dalam, dr. Hj. Vivien Maryam, SpPD-KGEH, FINASIM, turut mengundang Mubaligh Mln Hafizurrahman Danang, dan pemandu acara ternama, yakni Eddi Brokoli.

Ojol Food Stop juga akan kembali membagikan makanan untuk para driver Ojol, yang sebelumnya telah dilaksanakan di tanggal 1 April 2023.

Tujuan kegiatan Ramadan Bulan Kemanusian, Bulan Kebaikan untuk Berbagi adalah untuk menginspirasi orang-orang untuk berlomba-berlomba dalam berbuat kebaikan di bulan Ramadan juga seesuai dengan kampanye HF Indonesia di bulan Ramadan yaitu “30 Hari Melakukan Kebaikan”. Selain itu, tujuan kegiatan ini juga sebagai ajang silaturahmi dengan DKM Masjid Al- Hidayah, Petojo Utara, bersama warga sekitar untuk mempererat hubungan kemasyarakatan dan sosial.

AirBersihNTT-01
PRESS RELEASE

Clean Water for NTT

During the month of Ramadan, in addition to fasting, we are taught to compete in doing good deeds. Humanity First Indonesia invites all of humanity to do good deeds through the Clean Water program for East Nusa Tenggara.

This program is part of the Water For Life program. Water For Life has been implemented since 2005, when Humanity First (HF) Indonesia was established. In addition to Water For Life, HF Indonesia also has various other humanitarian programs, such as Orphan care, Knowledge For Life, Food Security, and Global Health. The Water For Life program itself has successfully provided benefits in various areas, including Aceh, Nias, Gunungkidul, Bogor, Palu, and the current one being worked on, which is in East Nusa Tenggara (NTT).

NTT was selected as the target location for the Water For Life program based on assessments conducted by the HF Indonesia team, both through literature studies and direct field surveys. Currently, the condition of NTT is still very difficult in terms of clean water, especially during the dry season. NTT is a province with a longer dry season compared to other provinces and has a low level of rainfall. The condition of its rocky terrain, combined with social and cultural influences and unresolved PDAM management issues, are also some of the factors that make it difficult to provide clean water in NTT.

In addition, many people in NTT still have low incomes, making it difficult to drill for water as it requires a large amount of money, ranging from 50 to 100 million rupiahs, depending on the location. Therefore, NTT residents have to buy clean water, which costs them around 300-400 thousand rupiahs per month. Even the cost of buying clean water is more expensive than the cost of food there.

The “Clean Water for NTT” program will drill for water at five locations, with the following locations:

  1. Kupang Regency
  2. TTU Regency
  3. Tanadjawa Village, Prema Hamlet, Hawu Mehara District, Sabu Raijua Regency
  4. Hallapadji Village, Raya Bawa Hamlet, Sabu Liae District, Sabu Raijua Regency
  5. PU Roundabout Road, TDM Village, Route 3

 

We invite all of you to join together and realize access to clean water that is decent for the people of NTT as a form of good deed that we will do during the month of Ramadan, through:

https://humanityfirst.id/campaign/air-bersih-untuk-ntt

 

OFS2-01
PRESS RELEASE

Berbagi kebaikan di bulan Ramadan, Ojol Food Stop menggandeng DKM Masjid Al-Hidayah untuk berbagi makanan kepada Ojek Online selama bulan Ramadan

Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, 

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

Artinya: “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192, Al-Hafizh Abu Thahir hadits ini shahih).

 

Memberi sesuatu kepada orang lain dengan niat ikhlas dan mengharap ridha Allah SWT sama saja bagian dari sedekah.
Adapun pada dasarnya sedekah dapat dilakukan kapan saja. Namun, bersedekah juga memiliki keutamaan dari sisi pemilihan waktunya. Jika seorang muslim bersedekah di waktu-waktu tersebut, maka amalan sedekahnya menjadi lebih berat dan bernilai. Terutama bersedekah di bulan Ramadan, dengan memberikan makan orang yang berpuasa, diibaratkan pahalanya sama seperti orang yang berpuasa.

Pada bulan Ramadan kali ini, Humanity First (HF) Indonesia melalui program Ojol Food Stop mengajak Sobat Kemanusiaan untuk bersama-sama melakukan kebaikan dengan memberikan makanan berbuka puasa untuk para driver ojol. Pembagian makan akan dilakukan HF Indonesia bersama dengan DKM Masjid Al-Hidayah di Petojo Utara selama bulan Ramadan.

Ojol Food Stop bersama dengan DKM Masjid Al-Hidayah berkomitmen akan memberikan makanan sebanyak 100 bungkus setiap minggunya. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kampanye program “30 hari melakukan kebaikan” di bulan Ramadan. Melalui kampanye ini, diharapkan Sobat Kemanusiaan dapat melakukan kebaikan bersama HF Indonesia, salah satunya adalah bersedekah dengan memberi makan para driver ojol untuk berbuka puasa. Ojol Food Stop merupakan program turunan dari Food Security. Program ini telah diresmikan dan telah berjalan sejak tahun 2022 silam. Sebelumnya, Ojol Food Stop telah bekerja sama dengan mahasiswa UI dan Telkomsel dalam membagikan makan siang gratis kepada driver ojol.

Mari berikan makanan berbuka puasa untuk para ojol untuk berbagi kebahagiaan di Bulan Ramadan melalui: https://humanityfirst.id/campaign/ojol-food-stop

AirBersihNTT-01
PRESS RELEASE

Berbagi kebaikan di bulan Ramadan, Humanity First Indonesia melakukan pengeboran air di berbagai titik di NTT untuk akses air bersih bagi warga

Di bulan Ramadan, selain berpuasa, kita diajarkan untuk berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan. Humanity First Indonesia mengajak Sobat kemanusiaan untuk melakukan kebaikan melalui program Air Bersih untuk NTT.

Program ini termasuk dalam program Water For Life. Pada kiprahnya, Water For Life telah dilakukan mulai tahun 2005, sejak Humanity First (HF) Indonesia berdiri. Selain Water For Life, HF Indonesia juga memiliki berbagai program kemanusiaan lainnya, seperti Orphan care, Knowledge For Life, Food Security, dan Global Health. Program Water For Life sendiri telah berhasil memberikan manfaat di berbagai wilayah, di antaranya Aceh, Nias, Gunungkidul, Bogor, Palu dan yang kini yang sedang dikerjakan, yaitu di Nusa Tenggara Timur (NTT).

NTT menjadi target lokasi program Water For Life berdasarkan assessment yang dilakukan oleh tim HF Indonesia, baik melalui studi literatur maupun survey langsung di lapangan. Saat ini, kondisi NTT masih sangat kesulitan air bersih, terutama saat memasuki musim kemarau. NTT merupakan provinsi dengan musim kemarau yang lebih panjang dibandingkan dengan provinsi lainnya serta memiliki tingkat curah hujan yang rendah. Kondisi wilayahnya yang merupakan bebatuan keras, ditambah pengaruh sosial budaya dan masalah manajemen PDAM yang belum tuntas, juga menjadi beberapa faktor sulitnya ketersediaan air bersih di NTT.

Selain itu, banyak masyarakat NTT yang masih berpenghasilan rendah, sehingga kesulitan dalam melakukan pengeboran air karena membutuhkan biaya yang besar, dengan rentang harga 50 hingga 100 juta, tergantung dari lokasi. Oleh karena itu, warga NTT harus membeli air bersih yang mengkocek uang sebesar 300-400 ribu per bulan. Bahkan, biaya untuk beli air bersih lebih mahal dari biaya makan di sana.

Program “Air Bersih untuk NTT” akan melakukan pengeboran air di lima titik, dengan lokasi sebagai berikut:
📍Kab. Kupang
📍Kab. TTU
📍Desa Tanadjawa Dusun 3 kampung Prema Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua
📍 Desa Hallapadji Dusun 4 Kampung Raya Bawa Kecamatan Sabu Liae, Kabupaten Sabu Raijua
📍Jl. Bunderan PU Desa TDM Jalur 3

Kami mengajak Sobat Kemanusiaan untuk bergabung bersama-sama wujudkan akses air bersih yang layak bagi masyarakat NTT sebagai bentuk kebaikan yang akan kita lakukan di bulan Ramadan 💙, melalui:

https://humanityfirst.id/campaign/air-bersih-untuk-ntt

templateProgram8-1-740×740
PRESS RELEASE

Sambut Ramadan: Bantu Eyang Tadarus Lebih Khusyuk dengan Bantuan Kacamata

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan yang penuh berkah, Humanity First Indonesia akan melangsungkan kegiatan Pemeriksaan Mata dan Pembagian Kacamata Gratis untuk Eyang di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2, Cengkareng.

Orang tua adalah salah satu penentu kita masuk surga. Allah telah memperingatkan bahwa posisi mereka tidak bisa disia-siakan. Bahkan Nabi Muhammad SAW sampai mengingatkan untuk berbuat baik di bulan Ramadhan.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Barang siapa berbuat baik kepada kedua orang tuanya di bulan Ramadan, maka akan memperoleh perhatian dengan kasih sayang Allah Ta’ala (ia akan dilihat oleh Allah dengan kasih sayang)”.


Begitu tinggi kedudukan orang tua di mata Allah SWT. Sampai-sampai Allah Ta’ala mengajarkan sebuah doa “Rabbighfir li, wa li walidayya, warham huma kama rabbayani shaghira.” Artinya: Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu aku kecil. Dalam doa tersebut jelas sekali bahwa pengampunan Tuhan sejalan dengan pengampunan orang tua dan perlakuan kepadanya.

Namun pada kenyataanya, saat ini banyak sekali orang tua yang ditelantarkan oleh anak-anaknya, dibiarkan begitu saja tanpa mendapatkan perhatian dan kasih sayang, termasuk para orang tua di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2, Cengkareng yang menampung para orang tua yang terlantar di jalanan atau para orang tua yang sudah tidak memiliki keluarga.

Kenyataan ini memacu Humanity First Indonesia untuk membuat sebuah program “Hadiah Penglihatan, Bakti untuk Orang Tua” yang berada di bawah program HF, Gift of Sight. Program ini juga dilakukan berdasarkan riset akan kebutuhan dari para penghuni Panti Jompo yang banyak mengalami gangguan penglihatan mata dan telah dilakukan sejak tahun 2022, dengan penerima manfaat: Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2 Jelambar, Klinik Asih Sasama di Gunungkidul, DIY Yogyakarta, dan Pondok Harapan Suster Penyelenggaran Illahi, Semarang.

Pada tanggal 16 Maret 2023, kami akan melanjutkan misi kemanusiaan tersebut sebagai bentuk menyambut Bulan Ramadan dengan membantu para Eyang agar dapat tadarus dan pergi ke masjid dengan penglihatan yang baik melaui bantuan kacamata.

“Para Eyang di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2 banyak yang membutuhkan kacamata. Banyak keluhan matanya buram. Dengan bantuan kacamata, bisa membantu mereka untuk berkegiatan, terutama di bulan puasa nanti. Supaya mereka bisa jalan ke masjid dan buat ngaji”,
ujar Astri, salah satu perawat Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2, Cengkareng.