Tag: LKSA Hasanah Kautsar

anak-anak rumah belajar namorambe
KNOWLEDGE FOR LIFENEWSORPHAN CARE

Dari Tasikmalaya hingga Namorambe, Humanity First Indonesia Rayakan Hari Anak Nasional Bersama Anak-Anak Indonesia

Dari Tasikmalaya hingga Namorambe, Humanity First Indonesia Rayakan Hari Anak Nasional Bersama Anak-Anak Indonesia

By Deslia Nisrina Hanifa; Kontributor HF Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 — Di dua tempat yang berbeda, tawa anak-anak terdengar menghangatkan suasana. Menjadi peringatan Hari Anak Nasional, anak-anak Humanity First Indonesia merayakannya di LKSA Hasanah Kautsar dan Rumah Belajar Namorambe.

Di Tasikmalaya, anak-anak berkumpul dalam peringatan Hari Anak Nasional bersama Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Tasikmalaya. Sementara di Rumah Belajar Namorambe, Sumatera Utara, anak-anak mengisi hari dengan belajar, bermain, dan berkarya bersama para pengurus dan relawan Rumah Belajar Namorambe.

Meski berlangsung di lokasi yang berbeda, keduanya membawa semangat yang sama: menghadirkan ruang yang aman, penuh kasih sayang, dan memberi kesempatan bagi setiap anak untuk tumbuh, belajar, serta meraih cita-citanya.

Melalui dua program binaannya, LKSA Hasanah Kautsar di Tasikmalaya dan Rumah Belajar Namorambe, Humanity First Indonesia memperingati Hari Anak Nasional 2026 sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pemenuhan hak anak melalui pendidikan, pengasuhan, perlindungan, dan pemberdayaan.

Sebagai bagian dari peringatan Hari Anak Nasional, anak-anak asuh LKSA Hasanah Kautsar mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh KPAD Kota Tasikmalaya bersama berbagai unsur pemerintah, lembaga sosial, komunitas, dan masyarakat.

Beragam kegiatan edukatif dan interaktif mengajak anak-anak untuk mengenal hak-haknya, membangun rasa percaya diri, belajar bekerja sama, serta berani menyampaikan pendapat dalam lingkungan yang aman dan menyenangkan.

Ketua KPAD Kota Tasikmalaya, Rina Marlina, menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan sinergi seluruh elemen masyarakat.

“Kami ingin mengajak kepada semuanya bahwa sebetulnya kegiatan ini bukanlah hanya sekedar seremonial tahunan saja. Melainkan pengingat bagi kita semua bagaimana supaya kita memikirkan dan tetap konsisten dalam memperjuangkan pemenuhan anak-anak dan perlindungan anak khususnya di Kota Tasikmalaya” ujar Rina Marlina.

“Karena anak-anak adalah merupakan generasi bangsa yang dia sekarang sedang bertumbuh, sedang belajar dan membangun mimpi di hadapan kita semua”, lanjutnya.


Menurutnya, Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak, sehingga setiap anak dapat tumbuh tanpa rasa takut, memperoleh pendidikan yang layak, dan berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Humanity First Indonesia dalam menghadirkan program-program yang mendukung tumbuh kembang anak. Melalui LKSA Hasanah Kautsar, anak-anak tidak hanya mendapatkan pengasuhan, tetapi juga pendampingan pendidikan, pembinaan karakter, dan lingkungan yang mendorong mereka berkembang secara optimal.

Semangat Hari Anak Nasional juga terasa hangat di Rumah Belajar Namorambe, salah satu program pendidikan Humanity First Indonesia di Namorambe, Sumatera Utara.

Sejak pagi, anak-anak mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk menumbuhkan kreativitas, membangun kepercayaan diri, sekaligus mempererat kebersamaan. Mulai dari aktivitas literasi, permainan edukatif, kegiatan pohon impian dan sidik jari sebagai simbol harapan dan cita-cita anak-anak, pembagian surat motivasi untuk anak hingga foto bersama sebagai penutup kegiatan, seluruh rangkaian acara menghadirkan suasana rumah belajar yang menyenangkan.

Bagi Humanity First Indonesia, pendidikan bukan sekadar proses mentransfer ilmu, tetapi juga membangun karakter, kepedulian, dan harapan.

Agil Cahyo Manembah selaku staff program Humanity First Indonesia, menyampaikan bahwa setiap pertemuan bersama anak-anak merupakan kesempatan untuk menumbuhkan semangat belajar dan keyakinan bahwa mereka mampu meraih masa depan yang lebih baik.

“Kegiatan Hari Anak Nasional bukan sekadar mengisi waktu dengan permainan atau perlombaan. Kami ingin setiap aktivitas menjadi ruang belajar yang menyenangkan, tempat anak-anak membangun keberanian, bekerja sama, dan merasakan bahwa mereka dihargai. Itulah semangat yang terus kami hidupkan di Rumah Belajar Namorambe.”

“Bagi kami, Hari Anak Nasional bukan hanya tentang merayakan satu hari istimewa, tetapi tentang memastikan setiap anak pulang dengan senyum, pengalaman baru, dan semangat untuk terus belajar. Melalui Rumah Belajar Namorambe, kami ingin menghadirkan ruang yang aman dan menyenangkan, tempat anak-anak bebas bertanya, berkreasi, dan percaya bahwa mimpi mereka layak untuk diperjuangkan.” tambahnya.


Bagi anak-anak, Hari Anak Nasional menjadi momen yang penuh keceriaan. Bermain bersama teman-teman, belajar hal-hal baru, dan mendapat perhatian dari para relawan menjadi pengalaman yang menguatkan rasa percaya diri mereka.

Bagi Humanity First Indonesia, Hari Anak Nasional bukan sekadar peringatan tahunan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa dibangun melalui perhatian yang diberikan kepada anak-anak hari ini.

Ahmad Masihuddin selaku Vice Chairman Humanity First Indonesia, menyampaikan bahwa melalui pendampingan di LKSA Hasanah Kautsar dan Rumah Belajar Namorambe, Humanity First Indonesia terus berupaya menghadirkan ruang yang aman bagi anak untuk belajar, bermain, bertumbuh, dan bermimpi.

“Ada sebuah pepatah kuno Afrika berbunyi: “Dibutuhkan satu desa untuk membesarkan seorang anak”. Pepatah itu mengambarkan: “Membesarkan dan melindungi anak bukan hanya tugas orang tua kandung namun seluruh elemen masyarakat bertanggung jawab menciptakan ruang publik yang ramah anak dan aman untuk anak – anak”. Apa yang dikerjakan oleh Humanity First di LKSA Hasanah Kautsar dan di Rumah Belajar Namorambe merupakan kerja bersama dalam menjada masa depan anak bisa terus tercapai. Selamat Hari Anak Nasional”, ujarnya.


Dari Tasikmalaya hingga Namorambe, langkah-langkah kecil terus dilakukan setiap hari—mendampingi proses belajar, membangun kepercayaan diri, menanamkan nilai-nilai kebaikan, serta membuka jalan bagi anak-anak untuk meraih cita-cita mereka.

Di Hari Anak Nasional ini, Humanity First Indonesia percaya bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan untuk seorang anak akan meninggalkan jejak besar bagi masa depan. Sebab ketika seorang anak merasa dicintai, didengar, dan diberi kesempatan untuk bertumbuh, sesungguhnya harapan sedang ditanam—bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi Indonesia.

ft image terima kasih
GLOBAL HEALTHKLINIK REHMATKNOWLEDGE FOR LIFENEWSORPHAN CARE

Terima Kasih Sobat Kemanusiaan, Sedekah Anda Hadirkan Harapan bagi Banyak Kehidupan

Di setiap senyum penerima manfaat, tersimpan kebaikan hati Sobat Kemanusiaan yang memilih untuk berbagi. Setiap sedekah yang dititipkan bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga menjadi harapan, semangat, dan bukti bahwa kepedulian masih tumbuh di tengah masyarakat.

Berkat kepercayaan dan kepedulian para Sobat Kemanusiaan, berbagai program kemanusiaan dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Mulai dari bantuan pangan, layanan kesehatan, pendidikan hingga respons kebencanaan, seluruhnya menjadi wujud nyata dari semangat gotong royong dalam menebarkan kebaikan.

LKSA Hasanah Kautsar

Salah satu kabar menggembirakan datang dari LKSA Hasanah Kautsar. Berkat dukungan dari Sobat Kemanusiaan, keluarga besar LKSA kini bertambah dengan hadirnya dua anak asuh yaitu Cinta Ramadhani yang berasal dari Bangka Belitung dan Muhammad Alif dari Cianjur. Kehadiran mereka menjadi amanah baru yang akan terus didampingi agar dapat tumbuh, belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.

Dua anak asuh baru di LKSA Hasanah Kautsar

Tak hanya itu, semangat belajar anak-anak LKSA Hasanah Kautsar juga membuahkan prestasi yang membanggakan. Faisya Almas berhasil meraih peringkat 1, Suraiya Salsabila Azzahra meraih peringkat 2, Muhammad Wildan meraih peringkat 3, dan Aininur Alifah Qolbi meraih peringkat 4 di sekolah masing-masing.

Semangat belajar anak-anak Rumah Belajar Namorambe pun tak kalah membanggakan. Eginta Perbina Gr Sembiring berhasil meraih peringkat 1, Najma Masiha berhasil meraih peringkat 2, Alona Sesilia Br Ginting berhasil meraih peringkat 2, dan Cahaya Br Sipayung berhasil meraih peringkat 3 di sekolah masing-masing.

3 anak didik Rumah Belajar Namorambe yang meraih Juara Kelas

Prestasi ini menjadi bukti bahwa setiap kebaikan yang diberikan turut membuka jalan bagi anak-anak untuk terus berkembang dan menggapai cita-cita.

Klinik Rehmat Gunungkidul

Kabar baik juga datang dari layanan kesehatan yang terus berkembang berkat dukungan Sobat Kemanusiaan, Klinik Rehmat. Hingga Juni, jumlah kunjungan pasien telah mencapai 50 kunjungan, mencerminkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang diberikan.

Berbagai pelayanan kesehatan telah diberikan, di antaranya tindakan sirkumsisi kepada 4 pasien, perawatan luka modern kepada 3 pasien, intra-articular injection kepada 2 pasien, layanan immune booster kepada 7 pasien, serta home care kepada 2 pasien.

Salah satu pasien sirkumsisi (sunatan) di Klinik Rehmat

Setiap layanan yang diberikan merupakan wujud nyata bahwa sedekah yang dititipkan telah menghadirkan akses kesehatan yang lebih baik dan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan.

Sebagai bentuk rasa syukur dan penghargaan, kami menyampaikan apresiasi kepada para Sobat Kemanusiaan yang telah mempercayakan sedekahnya untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.

Apresiasi kami sampaikan kepada:

1INNE YULIANE17RIZKI-KHADIJAH-REHANAH33MUHAMMAD ANWAR
2TAHIR HADIWIJOYO18KHALIDA JAMILAH34TAHIRA RETNO SUKMA KASIH
3MIRATI WENINGTIAS19PIR ZADA ALAM GIR35YUYUN ISKONDIYAH
4ALTO OMAR20NURSITI SURIASIH36LELY DAMITA
5HERYANI21FATHAN ABDUSSALAM37NURUN NISA SALEH
6NADYA SIDDIQA22AHMAD MARDIANA SOFYAN38WASEEM AHMED
7MUNEEBA ACHMAD23MANSOOR AHMAD ZAHID39SUSI PARIDAWATI
8A. REGITA CAHYANI24M. ANAHDI SHOLIHIN40AZIZ ZARKASY
9AZEEMA SHAFA RABBANI25DWI HARYANTO41ASEP DARMAWAN
10NINA SJAFWAN26DANY KUSUMA PUTRI42FITRIA RAHMAWATI
11NORI KEDARSARI27IRWAN TAFRIDJA43SUTJI LESTARI
12DIAN EKAWATI28HAURA MAHDIYYA44HAIDAR AHMAD
13MUHAMAD ARIF MAKATITA29RAFIKA SETIASIH45YAQUB AHMAD IRFANI
14SUSAN ASMARANI30FAKIH AHMAD46NASIR HAYAT
15ANITA SETYAWATI31TASYAFIR47ARSALAN AHMAD
16AMATUN NASIER32EVA RAHAYU48NURHASANAH

dan seluruh Sobat Kemanusiaan lainnya yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu.

Setiap kontribusi dari Sobat Kemanusiaan memiliki arti yang begitu besar. Bagi penerima manfaat, sedekah bukan sekadar bantuan materi melainkan menjadi penyemangat untuk bangkit, bertahan dan melanjutkan kehidupan dengan penuh harapan.

Dari setiap kebaikan, lahir manfaat nyata yang membantu keluarga, mendukung pendidikan anak, menghadirkan layanan kesehatan, hingga meringankan beban masyarakat terdampak bencana. Setiap rupiah yang disedekahkan telah menjelma menjadi kebermanfaatan yang nyata.

Kami percaya bahwa kebaikan akan selalu menemukan jalannya dan akan selalu menginspirasi kebaikan lainnya. Ketika satu tangan memberi, banyak tangan lainnya akan merasakan manfaatnya.

Semoga setiap sedekah yang telah ditunaikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir, dilipatgandakan pahalanya, diberikan keberkahan dalam rezeki, kesehatan, serta kemudahan dalam setiap langkah kehidupan.

Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan kebaikan ini. Mari terus melangkah bersama, memperluas manfaat dan menghadirkan harapan bagi lebih banyak saudara yang membutuhkan.

Karena bersama Sobat Kemanusiaan, setiap kebaikan akan selalu berarti.

mengisi kekosongna
ARTICLEORPHAN CARE

Peran Orang Tua Asuh: Mengisi Kekosongan Anak Yatim Piatu

Anak-anak LKSA Hasanah Kautsar.

Anak-anak yatim piatu atau dhuafa yang tinggal di panti asuhan seringkali menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan mereka. Kehilangan kasih sayang orang tua, yang merupakan fondasi emosional utama dalam perkembangan mereka, bisa meninggalkan bekas yang mendalam pada perkembangan mereka. Dalam situasi ini, peran orang tua asuh sangatlah penting dalam memberikan mereka rasa aman, kasih sayang, dan dukungan yang mereka butuhkan untuk tumbuh menjadi individu yang sehat secara fisik, mental, ekonomi, dan sosial.

Orang tua asuh bukan hanya menggantikan fungsi orang tua kandung, tetapi juga memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk berkembang menjadi pribadi yang mandiri, penuh kasih dan siap menghadapi tantangan hidup. Adapun beberapa hal dalam peran orang tua asuh:

1. Memberikan Kasih Sayang dan Perhatian

Salah satu aspek terpenting yang dibutuhkan oleh anak-anak yatim piatu atau dhuafa adalah kasih sayang. Anak-anak yang kehilangan orang tua mereka sering kali merasakan kekosongan emosional yang mendalam. Dalam banyak kasus, mereka juga menghadapi trauma psikologis akibat kehilangan atau kondisi hidup yang kurang stabil. Di sinilah peran orang tua asuh menjadi sangat penting. Mereka tidak hanya memberikan perhatian fisik, tetapi juga membangun hubungan emosional yang dapat mengurangi rasa kesepian dan memberikan rasa aman.

Orang tua asuh yang penuh kasih dapat menciptakan ikatan emosional dengan anak-anak tersebut, mengajarkan mereka rasa percaya diri, serta memberikan rasa dihargai dan dicintai, meskipun mereka tidak tumbuh dalam keluarga kandung.

2. Menjadi Teladan

Anak-anak yang tinggal di panti asuhan, sering kali tumbuh dalam lingkungan yang jauh dari gambaran keluarga ideal. Oleh karena itu, orang tua asuh dapat menjadi teladan yang penting dalam kehidupan mereka. Mereka memberikan contoh tentang bagaimana menjadi individu yang bertanggung jawab, peduli, dan memiliki nilai-nilai moral yang baik.

Sebagai teladan, orang tua asuh mengajarkan kepada anak-anak bagaimana berinteraksi dengan orang lain, mengelola emosi, dan membuat keputusan yang bijaksana. Hal ini membantu mereka mengembangkan rasa harga diri yang positif, serta membentuk pola pikir yang dapat membawa mereka menuju kehidupan yang lebih baik.

3. Membantu Anak-anak untuk Menjadi Mandiri

Selain memberikan kasih sayang, orang tua asuh juga berperan dalam membantu anak-anak untuk menjadi mandiri. Keterampilan ini sangat penting untuk membantu mereka menjadi mandiri di masa depan. Orang tua asuh dapat mengisi kekosongan ini dengan mengajarkan keterampilan seperti memasak, merawat diri, mengelola waktu, serta keterampilan sosial lainnya.

Keterampilan-keterampilan ini bukan hanya tentang kesiapan anak untuk hidup mandiri di masa depan, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri mereka dan memberi mereka kemampuan untuk menghadapi tantangan kehidupan dengan lebih baik.

4. Memberikan Pendidikan dan Pengarahan Moral

Pendidikan bukan hanya terbatas pada pembelajaran akademis, tetapi juga mencakup pendidikan karakter dan moral. Anak-anak yang tinggal di panti asuhan sering kali tidak memiliki akses ke pendidikan keluarga secara langsung, sehingga peran orang tua asuh dalam memberikan pengarahan moral dan etika sangat penting. Mereka dapat mengajarkan nilai-nilai seperti kejujuran, rasa tanggung jawab, empati, dan menghargai orang lain.

Selain pendidikan formal, orang tua asuh juga bisa mengenalkan anak-anak kepada keterampilan praktis yang dapat membantu mereka mendapatkan pekerjaan di masa depan. Keterampilan ini, yang bisa meliputi bidang-bidang seperti teknologi, keterampilan seni, atau kewirausahaan, memberikan anak-anak kesempatan yang lebih besar untuk sukses ketika mereka tumbuh dewasa.

5. Memberikan Stabilitas Emosional dan Keamanan

Keamanan fisik dan emosional sangat penting untuk perkembangan anak-anak. Kehidupan di panti asuhan bisa terasa kurang stabil dan kadang-kadang tidak memberikan rasa kehangatan yang didapatkan dalam keluarga. Orang tua asuh, meskipun tidak dapat menggantikan orang tua kandung, dapat menciptakan rasa stabilitas yang sangat dibutuhkan. Mereka dapat memberikan rasa aman dengan menyediakan lingkungan yang penuh perhatian dan kasih sayang, sehingga anak-anak merasa dilindungi dan dihargai.

Stabilitas emosional yang diberikan oleh orang tua asuh memungkinkan anak-anak untuk lebih fokus pada pengembangan diri, belajar dengan tenang, dan menjalin hubungan yang sehat dengan teman sebaya. Rasa aman ini juga membantu mereka untuk mengatasi trauma masa lalu dan melihat masa depan dengan lebih baik.

6. Memberikan Akses untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Seringkali anak-anak yatim piatu atau dhuafa yang tinggal di panti asuhan terbatas dalam hal akses ke kesempatan pendidikan, pelatihan, dan juga jaringan sosial. Orang tua asuh yang memiliki jaringan yang lebih luas dapat membantu membuka kesempatan ini bagi anak-anak untuk berkembang. Baik dalam hal memperoleh akses ke pendidikan yang lebih baik, mengikuti kursus keterampilan, atau bahkan mendapatkan peluang beasiswa, orang tua asuh dapat menjadi jembatan penting bagi anak-anak untuk meraih potensi terbaik mereka.

7. Memenuhi Kebutuhan Fisik dan Kesehatan Anak

Selain kebutuhan emosional dan psikologis, orang tua asuh juga memiliki peran dalam memenuhi kebutuhan fisik dan kesehatan anak-anak di panti asuhan. Ini meliputi pemenuhan kebutuhan gizi, perhatian terhadap kesehatan fisik, serta akses ke layanan medis yang tepat. Orang tua asuh dapat memastikan bahwa anak-anak mendapatkan pola makan yang sehat, cukup tidur, serta pengawasan medis yang diperlukan, yang semuanya mendukung perkembangan fisik yang optimal.

Anak LKSA Hasanah Kautsar bersama pengasuh.

Peran orang tua asuh dalam kehidupan anak-anak yatim piatu atau dhuafa yang tinggal di panti asuhan sangatlah penting. Mereka bukan hanya berfungsi sebagai pemberi dalam hal ekonomi, tetapi juga sebagai pemberi kasih sayang, guru, pengarah moral, serta pendamping yang mendampingi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang menjadi individu yang kuat, mandiri, dan bertanggung jawab. Melalui perhatian dan dukungan mereka, anak-anak ini dapat memiliki harapan dan peluang untuk masa depan yang lebih baik, meskipun mereka telah kehilangan sebagian besar dari yang mereka cintai.

Dengan menjadi orang tua asuh, Anda tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka, tetapi juga membuka peluang besar bagi mereka untuk menggapai cita-cita dan masa depan yang lebih baik. Mari bersama-sama kita memberikan harapan bagi anak-anak yang membutuhkan. Tunjukkan kasih sayang dan dukungan Anda dengan menjadi orang tua asuh. Dengan sedikit usaha, kita bisa menciptakan masa depan yang cerah bagi mereka dan membantu menciptakan generasi penerus yang penuh potensi dan kasih sayang.

Donasi Disini: http://bit.ly/OrangTuaAsuhHF

rasul dengan anak anak yatim
ARTICLEORPHAN CARE

Kisah Rasulullah SAW Menjadi Orang Tua Asuh

Dikisahkan, suatu ketika Rasulullah SAW berangkat untuk melaksanakan salat Id. Di perjalanan, beliau melihat banyak anak-anak yang bermain dengan ceria. Namun, beliau terkejut ketika melihat seorang anak kecil, sendiri, dengan pakaian lusuh, menangis di tepi jalan.

Merasa iba, Rasulullah SAW pun bertanya, “Wahai anak kecil, apa yang membuatmu menangis? Mengapa engkau tidak bermain bersama teman-temanmu?”
Anak kecil itu, yang tidak tahu bahwa orang di hadapannya adalah Rasulullah, menjawab, “Wahai pria di hadapanku, ayahku telah meninggal dalam peperangan bersama Rasulullah. Setelah itu, ibuku menikah lagi dan menghabiskan semua harta milikku. Ayah tiriku lalu mengusirku dari rumah.”
“Sejak saat itu, aku tak lagi memiliki makanan, minuman, pakaian, atau rumah. Hari ini (Idulfitri), aku melihat begitu banyak anak-anak yang bahagia bersama ayah mereka. Hal itu membuatku sedih dan menangis.”
Mendengar penjelasan anak yatim tersebut, Rasulullah merasa iba dan ingin merawatnya.

“Wahai anak kecil, bersediakah jika aku menjadi ayahmu, Aisyah menjadi ibumu, Ali menjadi pamanmu, Hasan dan Husein menjadi kedua saudara laki-lakimu, serta Fatimah menjadi saudara perempuanmu?” tawar Rasulullah SAW.

Anak itu, yang kemudian menyadari bahwa pria di hadapannya adalah Rasulullah, menjawab dengan penuh kegembiraan, “Bagaimana mungkin aku tidak senang, wahai Rasulullah?”

Nabi pun membawanya pulang, memberinya pakaian yang indah, makanan yang mengenyangkan, menghiasinya, dan memberinya minyak wangi yang harum. Kini, anak yatim itu bisa bermain dengan tawa bahagia bersama teman-teman seusianya.

Syekh Utsman bin Hasan bin Ahmad as-Syakir al-Khuwairy, salah satu ulama abad ke-13, dalam kitab Durratun Nashihin (hal. 278).

Kisah ini merupakan teladan yang dicontohkan oleh Rasulullah. Apakah banyak orang di masa kini yang mengikuti sunah ini? Tentu saja, masih banyak yang menjaga tradisi menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yatim piatu.

Anak-anak LKSA Hasanah Kautsar sebelum berangkat ke sekolah.

Peran orang tua asuh sangat penting bagi anak yatim piatu, karena menentukan arah masa depan mereka. Anak yatim piatu tidak pernah memilih nasibnya, namun keadaan membuat mereka harus berjuang untuk diri sendiri, dan tak jarang mengorbankan kebahagiaan dan masa kanak-kanak mereka.

Peran keluarga sangat penting dalam kehidupan individu, terutama dalam perkembangan anak. Berikut peran-peran penting keluarga:
1. Pendidikan pertama: Keluarga adalah lembaga pertama di mana anak mempelajari nilai-nilai, norma, dan pola interaksi sosial.
2. Pembentukan karakter: Keluarga berperan dalam membentuk akhlak dan karakter anak.
3. Perkembangan sosial, emosional, dan kognitif: Hubungan orang tua dan anak dapat mendukung perkembangan sosial, emosional, dan kognitif anak.
4. Membangun kepercayaan: Hubungan yang baik antara orang tua dan anak membantu anak membangun kepercayaan diri dan kepercayaan terhadap orang lain.
5. Memenuhi kebutuhan anak: Keluarga berperan dalam menyediakan kebutuhan pokok anak, seperti tempat tinggal yang aman, memberikan stimulasi sesuai usia, dan memberikan akses pendidikan.
6. Pengasuhan yang baik: Keluarga harus memberikan kasih sayang, penerimaan penuh, dan tidak membandingkan anak dengan anak lain.
7. Membangun ikatan emosional: Keluarga perlu menciptakan ikatan emosional yang kuat dengan memperhatikan dan memahami anak.

Peran orang tua adalah sebagai wadah utama yang menentukan masa depan seorang anak. Bagi anak-anak yatim piatu, wadah pertama mereka adalah kita sebagai masyarakat, serta panti asuhan dan lembaga kesejahteraan anak lainnya. Namun, peran ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan aktif dari masyarakat, terutama kita sebagai Orang Tua Asuh.

Mari kita ikuti sunah Rasulullah SAW dengan menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yatim piatu di Panti Hasanah Kautsar.

WhatsApp Image 2024-09-13 at 07.28.57
NEWSORPHAN CARE

Pemeriksaan Psikologis untuk Anak: Kepedulian Orang Tua terhadap Anak Yatim Piatu

Tim Humanity First Indonesia bersama dr. Ade berbincang bersama Pengurus dan Pengasuh di LKSA Hasanah Kautsar terkait Anak-anak di sana.

Anak – anak yang berada di Panti Asuhan merupakan anak kita, jadi permasalahan anak – anak tersebut merupakan permasalah kita bersama, kita adalah Ayah dan Ibu mereka saat ini, seyogianya seperti orang tua, maka tugas kita adalah memantau perkembangan mereka agar masa depan mereka baik.” Inilah peran kita sebagai, “Orang Tua Asuh.

Kandali Achmad Lubis,
Chairman HF Indonesia.

 

Di zaman yang serba maju seperti saat ini, di mana teknologi digital dan media sosial sangat mempengaruhi kesehatan mental anak-anak zaman sekarang. Kondisi ini cenderung mendorong anak zaman sekarang menjadi mudah stres, terutama terjadi pada remaja dengan rentang usia 10 – 17 tahun. Temuan ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh The Conversation, University of Queensland, dan Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health di Amerika Serikat.

Beberapa situasi yang memicu remaja Indonesia rentan terkena gangguan mental adalah masalah keluarga, persoalan teman sebaya, dan stres personal. Kurangnya penanganan dan perhatian akan masalah kesehatan mental remaja, bisa jadi memicu kerentanan remaja Indonesia mengalami gangguan mental. Apalagi untuk anak – anak yang berada di Panti Asuhan, tentunya resiko mereka terkena gangguan mental sangatlah tinggi. Terlebih pula jika melihat dari latar belakang mereka, itu menjadi salah satu pemicu kesehatan mental lebih mudah menyerang mereka.

Oleh sebab itu, Humanity First Indonesia melakukan langkah mitigasi dengan melakukan pemeriksaan kesehatan di LKSA/ Panti Asuhan di bawah naungan Humanity First. Pemeriksaan ini kita lakukan selama tiga hari, mulai dari hari Jum’at pada tanggal 6 sampai dengan tanggal 8 September 2024. Kegiatan pemeriksaan kesehatan mental ini merupakan kegiatan rutin dalam rangka menjaga kesehatan fisik dan mental anak – anak yang ada di Panti Asuhan.

                                             

dr. Ahmad Syaiful Husein Dahlan, Sp. KJ, Psikiater RS. Siloam di Jakarta.

Kegiatan pemeriksaan kali ini dilakukan oleh seorang dokter relawan, dr. Ahmad Syaiful Husein Dahlan, Sp. KJ atau yang akrab kita panggil dengan dr. Ade. Dr. Ade adalah seorang psikiater yang sehari – hari bertugas di RS. Siloam, Jakarta. Dr. Ade merupakan seorang Purnawirawan (Purn) TNI dari Angkatan Laut dengan pangkat sebagai Kolonel. Semangat kemanusiaan milik beliau sangatlah besar, hal ini terbukti ketika dr. Ade kami hubungi dan kami mintai tolong, beliau langsung menyanggupi dan bersedia meluangkan waktunya untuk melakukan pemeriksaan terhadap anak – anak yatim piatu di LKSA Hasanah Kautsar. Selepas pemeriksaan, dr. Ade menyampaikan,

Untuk mencegah permasalahan kesehatan mental adalah dengan memperkuat wadah atau tempat tinggal lingkungan anak – anak yatim piatu berlindung.”

 

Saat ini, wadah anak – anak yatim piatu di LKSA Hasanah Kautsar adalah para pengurus dan pengasuh. Pula, wadah ini sangat baik sehingga kesehatan anak – anak di LKSA Hasanah Kautsar cukup baik walaupun latar belakang permasalahan masa lalu mereka sangat buruk.

dr. Ade sedang melakukan pemeriksaan kepada salah satu anak LKSA Hasanah Kautsar.

Kegiatan pemeriksaan mental ini merupakan kegiatan yang sangat penting untuk HF (Humanity First), karena nasib anak – anak tersebut merupakan tanggung jawab HF yang menaungi LKSA tersebut dan tugas kita bersama yaitu, pemerintah dan masyarakat sesuai Undang – undang Perlindungan Anak. Kegiatan ini juga didampingi oleh Chairman HF Indonesia, Bapak Kandali Achmad Lubis, Vice Chairman HF Indonesia, Ahmad Masihuddin, dan Advisor HF Indonesia, Bapak Aryudi. Selain pemeriksaan pada anak kami bersama dr. Ade, kami juga melakukan briefing bersama pengurus dan pengasuh anak yatim piatu di LKSA Hasanah Kautsar dalam parenting anak dan membangun pola – pola dan sistem monitoring perkembangan anak.

LKSA Hasanah Kautsar_1
NEWSORPHAN CARE

LKSA Hasanah Kautsar: Wujud kepedulian terhadap Anak Yatim Piatu


“It takes a village to raise a child.” artinya, “Membutuhkan satu desa untuk mengasuh seorang anak.” ujar Tuan Waleed, perwakilan Humanity First USA.


Rabu, 28 Februari 2024 – Humanity First Indonesia melakukan peresmian Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang bernama Hasanah Kautsar. LKSA ini merupakah tempat singgah atau tempat pengasuhan anak – anak yatim piatu yang saat ini dikelola oleh Humanity First Indonesia. Sebelumnya, Panti Asuhan ini dikelola oleh Yayasan Wisma Damai dan pada April 2023, dilakukan pengambil alihan pengelolaan oleh Humanity First Indonesia. LKSA ini merupakah program Orphan Care Humanity First secara Internasional dan LKSA Hasanah Kautsar ini program kerjasama antara Humanity First Indonesia dengan Humanity First USA. LKSA ini menerima anak – anak yatim piatu yang membutuhkan pengasuhan, pendidikan, keterampilan dan hal lainnya agar masa depan anak – anak yatim piatu yang menerima manfaat dari LKSA ini mendapatkan masa depan yang lebih baik lagi. Karena persoalan anak yatim piatu ini bukan hanya tugas pemerintah namun menjadi tugas kami secara pribadi dapat membantu, tugas lembaga yang dalam hal ini Humanity First sebagai lembaga yang resmi yang bergerak dalam kerja – kerja kemanusiaan.

Dalam acara peresmian LKSA Hasanah Kautsar, wakil dari Humanity First USA, Tuan Waleed, menyampaikan ada pepatah dalam Bahasa Inggris, “It takes a village to raise a child.” artinya, “Membutuhkan satu desa untuk mengasuh seorang anak.” Persoalan anak yatim piatu merupakan persoalan yang cukup berat dan membutuhkan kerja bersama. Dalam acara peresmian ini, kami melihat pepatah itu secara langsung, satu komunitas, satu desa datang untuk mendukung Panti Asuhan ini. Semoga, kita dapat memberikan yang terbaik untuk anak – anak yatim piatu dalam asuhan kita ke depannya.

Selain dari perwakilan Humanity First USA, peresmian juga dihadiri oleh Chairman BOT Humanity First Indonesia, Bpk. Mln. Mirajuddin. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa, pengasuhan anak yatim piatu ini merupakah perintah Allah Ta’ala yang perintahnya ada dalam Al-Qur’an dan disunahkan oleh Rasulullah SAW dalam sunah dan hadistnya. Mengutip surat Al-Ma’un, di mana dalam ayat tersebut dijelaskan:

“Tahukah kamu (orang), yang mendustakan agama, maka itulah orang yang menghardik anak yatim piatu, tidak memberi makan orang miskin, maka celakalah orang yang shalat.”


Dalam momen peresmian tersebut, Chairman BOT Humanity First Indonesia mengajak kepada semua untuk bersama – sama menyatuni anak yatim piatu. Melalui LKSA Hasanah Kautsar ini, semoga menjadi pintu untuk kita semua dalam kebaikan dan melayani kemanusiaan. Peresmian ditutup dengan rangkaian acara lainnya berupa penarikan kain yang menutupi logo Branding LKSA dan penandatanganan sebuah batu tanda prasasti oleh Chairman BOT Humanity First Indonesia (Bpk. Mln. Mirajuddin Syahid), Perwakilan Humanity First USA (Tuan Waleed) Chairman Humanity First Indonesia (Kandali Achmad Lubis) dan pendonor yang sudah menghibahkan tanahnya untuk LKSA Hasanah Kautsar (Drs H. Mansur Ahmad).

Peresmian ini didatangi oleh tokoh – tokoh yang berperan dalam kiprah LKSA sebelum diambil alih oleh Humanity First Indonesia dan juga dihadiri oleh tokoh – tokoh lainnya di Tasikmalaya seperti perwakilan dari komisi perlindungan anak daerah tasikmalaya (Ajat), Ketua PERADI (Dr. Andi, SH.), Fatayat NU dan tokoh-tokoh lainnya. Acara peresmian ini bekerjasama dengan Lembaga Forum Bhineka Tunggal Ika yang diketuai oleh Asep Rizal, yang selama ini sangat giat dalam memperjuangkan giat – giat kemanusiaan di Tasikmalaya. Rangkaian kegiatan peresmian ini meliputi Bakti Sosial Pengobatan, Pemberian Sembako untuk Anak Yatim Piatu di luar Panti Asuhan. Semoga, Humanity First Indonesia dapat memberikan yang terbaik dalam mengasuh dan melayani anak – anak yatim piatu di LKSA Hasanah Kautsar. (red.)